“Kribo, After Graduation « kribo”

Minggu, 18 Juli 2010

“Kribo, After Graduation « kribo”


Kribo, After Graduation « kribo

Posted: 18 Jul 2010 12:29 PM PDT

Jum'at kemarin, ITB merayakan wisuda keduanya di tahun 2010. Wisuda sekarang diadakan dalam dua hari sampai Sabtu. Beda dari biasanya yang cuma sehari. Alasannya, karena jumlah wisudawannya membludak. Jumlah kursi di gedung Sabuga tak cukup untuk wisudawan plus orang tuanya. Belum lagi ditambah yang membawa pendamping wisuda.

Saya baru ingat, kalau sudah lama tidak posting aneh-aneh. Sudah sejak saya wisuda, April lalu. Saya kira setelah lulus saya akan tambah rajin ngeblog. Salah besar ternyata. Mbak ini malah posting duluan kalau saya wisuda.

Adalah hidup setelah wisuda yang ingin saya tulis. Wisuda menyenangkan sih memang. Today is Yours kata LFM. Tapi sensasinya tak seberapa rasanya dibanding saat saya dinyatakan lulus bersyarat oleh dosen penguji saya. Padahal lulus bersyarat lho, tapi senangnya bukan main.

Saat wisuda saya kepikiran saya mau apa lagi setelahnya. Saya ingin melakukan macem-macem. Saya mau beli sawah bareng Ion, buka usaha pangkas rambut bersama Rifa, mau ikut Ebhe buka jasa fotografi, mau ngajar fisika ke anak sekolah bareng Arfah. Saya mau mengembangkan GITS bersama Ibun dan kawan-kawan.Saya mau keliling Indonesia kenalan dengan banyak orang, menulis tiap budaya yang saya temui. Saya mau menulis buku berlatar sejarah Gorontalo supaya dapet Pulitzer. Saya mau nge-gym biar six pack, mau lanjut taekwondo supaya jago berantem, mau renang dan main basket supaya tinggi, saya mau les bahasa Perancis biar romantis. Buanyaak pokoknya. Yang pasti saya belum mau jadi pegawai, apalagi ditambah negeri sipil.

Tapi tampaknya saya belum bisa bebas menjalankan semuanya. Seperti kata yang senior-senior, setelah lulus hidup akan memasuki babak baru. Babak dengan pertanyaan kapan kerja atau kerja dimana.

Om/Tante: "Ijal Kerja dimana sekarang?"
Saya: "
Ijal di Bandung Om/Tante, usaha sendiri bikin-bikin software dan web." * kasih kartu nama*
Om/Tante: "
wah, keren tuh. Udah dapet proyek apa aja?"

Itu kasus bagusnya. Tapi tak jarang pula kasusnya begini:

Om/Tante: "Ijal Kerja udah kerja? Dimana?"
Saya: "
Ijal bikin usaha sama temen-temen. Jadi digital marketing developer." *senyum-senyum*
Om/Tante: "
Oooh, terus jadinya mau melamar kemana?"
Jiahhhh, Capwe Deh.

Mama malah lebih niat lagi. Tiap kali menelfon, pasti saja ada info lowongan jadi PNS. Bak yellow pages lowongan kerja Mama saya itu. Dan berkali-kali pula terjadi percakapan seperti ini:

Mama: "Halo, Ijal lagi dimana?"
Saya: "
Bandung Ma. Kenapa?"
M: "
Lagi ngapain?"
S: "Ngoding"
M: "Ngapain?"
S: "
Lagi ngerjain proyek Ma" *mama, 5 tahun jadi orang tua mahasiswa IF, ga tau arti ngoding*
M: "Oooh,
kemarin mama denger di kantornya Om Hamid lagi buka lowongan tuh, Kak. Daftar gih!"
S: *gubrak sebentar* "Ntar aja
Ma, kapan-kapan"
M: "Hiiih, udah
masuk aja situ. Jadi pegawai Perta*ina"
S: …
M: "Hayo
dong, Kak. Biar nanti anak istrinya udah aman, pasti dapet tunjangan. Kan mama tenang"
S: "Emmmmm…"
M: "Ga
mau melulu nih, Mama kawinin aja apa?" *backsound: suara petir *

Saya cuma bisa terbengong-bengong sendiri dengar omongan mama. Antara seneng, bingung, sedih campur aduk. Rasanya saya lebih senang ditanyai resultan gaya pada katrol daripada pertanyaan terakhir itu.

Yah begitulah hidup setelah wisuda. Selamat buat kalian yang di wisuda Juli ini. Semoga babak baru kalian lebih baik kawan.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar