“Antara 17 Agustus Dan 17 Rokaat”

Senin, 16 Agustus 2010

“Antara 17 Agustus Dan 17 Rokaat”


Antara 17 Agustus Dan 17 Rokaat

Posted: 16 Aug 2010 11:01 AM PDT

Apakah hanya kebetulan bahwa Indonesia merdeka pada tanggal 17…? Saya kira semua sepakat. Tapi bagi umat islam angka 17 punya makna sendiri. Sholat 5 waktu dalam satu hari total 17 rokaat. Sholat, yang apabila dikerjakan dengan niat yang benar konon dapat memerdekakan kita dari api neraka. Paling tidak itulah harapan minimum para pelakunya. Termasuk saya sebagai umat Islam yang awam.

Namun bila sholat kita, jentrak-jentrik kita tidak mengantarkan diri meraih kemerdekaan, akan muncul pertanyaan: What's wrong with me? Apakah kemerdekaan harus menunggu di alam akhirat nanti? Dan kalaupun benar, seberapa sabar kita menanti untuk meraih kemerdekaan di alam akhirat? Jangan-jangan malah di akhir hayat kita terjerumus perbuatan yang melenyapkan hasil akhir yang manis di akherat nanti. Siapa yang tahu?

Mari simak dialog umum yang sering saya dengar:

"Sudahlah, akhirat masih jauh… Tuhan Maha Pengampun. Yuk, mumpung masih muda happy-happy. Suka-suka kita mau apa yang penting happy bro!!! Yang lain juga begitu koq… Emangnya mau masuk surga sendirian? Nanti sepi dong di sana… Nati bete tau!!!"

"Busyet, masa di surga bete? gila lu. Pasti enak. Pasti nikmat. Kata ustad juga begitu."

"Itu 'kan teori. Emang ustad udah pernah ke surga? Lagian akherat belum tentu ada. Entar nyesel lho… Udah di dunia hidup susah, nggak taunya surga cuma khayalan doang. Mendingan fifty-fifty. Percaya akhirat tapi jangan terlalu percaya. Yang penting nikamti dulu surga-surga di dunia. Jadi nggak nyesel kalau ternyata akherat cuma pepesan kosong."

"Akh, kamu kafir. Thogut. Cuma menyembah berhala dunia. Ente termasuknya alhlun nar, ahli neraka."

"Busyet, sombong amat. Emang kamu yang punya surga dan neraka? Penyakitmu itu maen tuduh kalau nggak cocok. Kafirlah… Thogutlah… Nggak ada bahasa yang lebih keren lagi? Tuhan aja nggak pernah bilang sama saya begitu koq. Kamu terlalu serius urusan akherat bro!!! Sampai lupa urusan dunia. Susah di dunia kamu mengeluuuuh terus… Kalau kamu udah bosen, buruan deh mati biar masuk surga. Entar kirim SMS kalau sudah sampai sana ya… Ha ha ha ha…"

"Setan, kamu!!! Hidup ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Bukan untuk ngurusi dunia. Dunia cuma perhiasan penuh tipu daya."

"Terus gimana supaya sampai ke surga? Hayo pikir… Mau ngaji Quran, beli pakai uang. Mau puasa, pakai uang buat buka dan sahur. Semua pakai uang. Emangnya uang jatuh dari langit 'mbak ketepuk' ke pangukan kita tanpa usaha? Halaaaah ngaku aja, kamu yang segitu alim doa-doanya nggak ada yang terkabul 'kan? Makanya kamu memble aje, he he…"

"Astaghfirullah… dasar kamu setan!!! Kalau saya susah itu cuma ujian karena Allah sangat sayang sama saya. itulah cobaan kalau mau jadi ahlul jannah, ahli surga."

"Oooohhh… jadi kalau mau jadi ahli surga harus miskin dulu? Mau nanya nih, kenapa Nabi Sulaiman kaya raya dan terkaya sepanjang sejarah manusia? Kenapa banyak pemimpin umat pengin hidup makmur? Kenapa mereka ingin berkuasa dan menaklukan Amerika? Dengan cara apa bisa begitu? Dengan teror? Dengan mendoakan agar mereka dihajar tsunami?"

"Sudahlah… Sebentar lagi juga mau kiamat koq. Liat aja tanda-tandanya. Liat tuh nanti semua yang enjoy di dunia bakal digoreng di neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu."

"Sorry kawan, jangan ribet akherat melulu saben menit. Liat yang nyata aja dulu. Kita mau mensyukuri nikmat merdeka dari penjajah Belanda. Terus kita mau mensyukuri nikmat merdeka bersuara dan berpendapat. Merdeka dari kebodohan. Merdeka dari ketakutan. Merdeka dari kemiskinan. Merdeka dari tindak kekerasan. Merdeka dari teror. Merdeka dari…"

"Cukup. Cukup. Cukup. Saya sudah tahu. Ujung-ujung HAM. Inget, Islam tidak kenal HAM. Cuma kenal Al Quran dan Al Hadist. HAM itu kafir. Allahu Akbar!!!"

"Oh, ya? Itu kata kamu. Mungkin karena kamu belum memerdekakan diri dari pandangan dan tafsir tunggal. Udah, akh. Yuk kita nonton lomba panjat pinang dan balap karung buat memperingati 17an."

"Astaghfirullah… Jangan-jangan omongan kamu bener. Guru ngaji saya cuma satu, nggak boleh ngaji ke tempat lain, katanya nanti rusak akidahnya. Oke, yuk bismillah ikut tujuhbelasan."

*

*

Salam tuljaenak,

RAGILE 17-ags-2010

*

*

* postingan sebelumnya: Surat Kaleng Untuk Tuhan

* Juga silakan klik tulisan kawan di bawah ini:

- @Della Anna………..   17 Agustusan Di Belanda….

- @LH……………………..  Menganut Agama Artinya Menjalankan Toleransi

- @Kurtubi………………   Waspada penculikan dan mutilasi anak marak-kembali

- @Hazmi Srondol…..   Cara menolak rayuan spg cantik

Tags: islam, HAM, renungan, Ragile, merdeka

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Diposkan oleh iwan di 13.28  

0 komentar:

Poskan Komentar