“All Nippon Airways Izin Buka Rute Jakarta–Tokyo”

Rabu, 20 Oktober 2010

“All Nippon Airways Izin Buka Rute Jakarta–Tokyo”


All Nippon Airways Izin Buka Rute Jakarta–Tokyo

Posted: 20 Oct 2010 01:06 PM PDT

Nantinya,maskapai tersebut akan menggantikan rute Jakarta–Tokyo yang ditutup Japan Airlines (JAL) pada awal tahun lalu. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumaymengatakan,pihaknya telah menerima surat resmi perihal rencana pembukaan rute Jakarta– Tokyo oleh ANA. "Saya sudah menerima surat pengajuan izin terbang dari mereka (ANA), pada prinsipnya mereka punya hak untuk terbang ke Indonesia,"katanya saat ditemui SINDOdi Jakarta,kemarin.

Meski demikian, Herry masih belum mengetahui kapan ANA akan mulai membuka rute penerbangan tersebut. "Itu semua keputusannya ada di ANA, kita tinggal menunggu kapan mereka siap memulai penerbangan perdananya," paparnya. Dia menjelaskan, sebelumnya rute penerbangan Jakarta–Tokyo dioperasikan oleh maskapai JAL. Namun mulai awal tahun lalu, lanjut Herry, rute penerbangan tersebut terpaksa ditutup karena JAL mengalami krisis finansial.

"Jadi, rute penerbangan Jakarta–Tokyo yang akan dioperasikan ANA itu adalah pengganti dari rute penerbangan JAL yang sempat terhenti sebelumnya,"ujarnya. Sebelumnya pihak ANA dalam keterangan persnya menyatakan akan membuka rute penerbangan langsung setiap hari (daily) di rute Jakarta–Tokyo (Narita) yang direncanakan mulai dilayani pada Januari 2011.

Mereka juga mengungkapkan jalur penerbangan Tokyo–Jakarta tersebut sempat dioperasikan perusahaannya sekitar 12 tahun silam. Melalui siaran persnya, ANA menyebutkan pembukaan rute penerbangan ke Jakarta akan memperkuat posisi maskapai itu di pasar penerbangan Asia Tenggara. Selain terbang ke Jakarta, ANA juga berencana membuka penerbangan perdana ke Manila, Filipina, pada Maret 2011.

Namun, dalam rilis itu ANA tidak menyebutkan secara pasti jadwal penerbangan dan hanya mencantumkan penerbangantujuhkalisepekanrencananya dimulai pada tahun 2011. Pasardi Asia Tenggarabagi ANA, selain untuk mengantisipasi meningkatnya pasar penumpang di rute Jepang–Asia Tenggara,juga digunakan sebagai tempat transit bagi penumpang di rute Jepang– Amerika Utara.

Rute Jakarta– Tokyo menjadi rebutan baru sejumlah maskapai Jepang, setelah JAL menutup layanan di lintasan itu. Sementara itu Herry mengungkapkan rencana PT Gudang Garam Tbk untuk masuk ke industri penerbangan melalui PT Surya Air masih wacana. "Belum ada permohonan dari Gudang Garam untuk membentuk Surya Air masuk ke kami,mungkin baru wacana," ungkap Herry.

Meski demikian, pemerintah tidak akan membatasi pihak mana pun untuk masuk ke industri penerbangan. Mengingat pasar penumpang domestik maupun internasional dari Indonesia masih sangat besar."Untuk bisa membentuk maskapai, mereka harus mendapatkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) dan air operator certificate( AOC).Nahuntuk bisa mendapatkan itu mereka harus melaporkan rencana bisnis, struktur permodalan dan sebagainya ke pihak kami,"bebernya.

Sebelumnya, santer diberitakan Gudang Garam mulai mengembangkan bisnisnya ke industri penerbangan. Dengan mendirikan anak usaha bernama PT Surya Air pada 15 Oktober lalu. Surya Air akan menggeluti bisnis pengangkutan udara niaga tidak berjadwal. Untuk mendirikan perusahaan anyar ini, Gudang Garam menggelontorkan modal sebesar Rp 74,99 miliar.Dengan setoran modal sebesar ini, perusahaan rokok asal Kediri, Jawa Timur, ini mengantongi 99,99% saham Surya Air. (heru febrianto)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar