“Indahnya Homeschool: kami kembali”

Rabu, 22 Desember 2010

“Indahnya Homeschool: kami kembali”


Indahnya Homeschool: kami kembali

Posted: 22 Dec 2010 06:10 AM PST

Sudah lama sekali aku tidak pernah update blog ini,bukan karena malas tapi karena kesibukan buka usaha laundry. Aku harus banyak belajar,karena ini sesuatu hal yang asing bagiku.Aku tidak mau terjun setengah setengah.Aku harus full mengerahkan semua tenaga, mencari pelanggan,belajar mencuci dengan segala treatment,intinya aku mau memberikan servise yang terbaik.Aku tidak perduli,banyak yang menganggap aku pembantu atau karyawan dibanding pemilik usaha. KArena aku terjun langsung membantu kedua karyawan aku, jujur aku mau memberikan servise yang baik, sehingga aku harus melihat langsung cara kerja mereka. Mulanya susah,kami harus door to door mengajukan proposal ke villa villa,tak mudah meyakinkan mereka.melakukanbanyak salah,kaki pegel karena banyak berdiri,dan kurang tidur, karena belum mengerti memanage waktu buat membagi waktu antara bekerja dirumah, dan mengatur rumahtangga. Seiring berjalannya waktu…kami mendapatkan pelanggan, orang orang datang ketempat kami, dan biasanya setelah itu mereka menjadi pelanggan tetap kami.Tiap hari aku bersyukur atas nikmatNYA,walau banyak batu sandungan, aku harus tetep tegar,aku tidak mengerti sejak aku punya usaha aku dan keluarga kecilku di kucilkan.Entah mereka iri atau apa. Kadang sedih, setiap datang ke acara kehadiran kita tak pernah dianggap. Usahaku memang baru, tapi mulai terlihat hasilnya.perlahan tapi pasti, laundry kami growing….semoga menjadi usaha yang besar nantinya, agar aku bisa membantu orang –orang tak mampu.
Sekarang crita mengenai keysha, hey anakku sudah umur 6 tahun. Udah mulai tinggi dan kenes. Cepet banget ya, perasaan baru kemaren aja ngelahirin dia. Aku Sudah tidak perlu repot lagi menyuruhnya mandi,makan dan minum susu. Semua sudah dia kerjakan sendiri. Yang paling susah, menyuruhnya buat tidur siang…..hehehehhehe. Walau masih kecil, aku mengajarinya untuk bertanggung jawab, aku memberinya tugas menyapu rumah, merapikan mainan or buku sehabis bermain dan belajar.juga bertanggung jawab dengan binatang peliharaannya, orion, kucing kesayangan kami, walau nggak bersih nope at least dia mau belajar. Dia juga suka membantuku memasak, memotong sayuran dll. Tapi kalo tidak mood, ya hanya duduk di meja makan, sambil baca buku.
Masalah sekolah Key,ini yang membuat kami kedua orang tuanya, stress berat. Setelah lulus TK dari sekolah jarak jauh dijawa. Key kudaftaran ke sekolah swasta dekat rumah kami.Menurut orang –orang sekolah ini bagus, mulanya key senang……dia selalu crita tentang sekolahnya, dan teman-temannya, dia antusias banget waktu bercerita tentang pertama kalinya mengikuti upacara bendera dan kegiatan olahraga.Ini berlaku hanya setengah bulan. Pas mulai pelajaran sekolah…dia mulai kelihatan boring, mulai ogah berangkat kesekolah, apalagi melihat teman-temannya belum lancar membaca. Key protes, pelajaran yang diberikan itu itu saja. Puncaknya…..sewaktu anak kelas satu diwajibkan untuk mengikuti les baca tulis, tidak perduli anak itu sudah lancar membaca atao belum. Key mulai merengek…..aku menghadap ke wali kelasnya, agar key diberi dispensasi tidak mengikuti les, karena anak itu sudah lancar sekali membaca. Wali kelas tidak mau tahu, dan aku menghadap ke kepala sekolah agar memberikan ijin pada key. Aku meminta kepala sekolah, agar memberikan tes pada key, agar dia percaya akan kemampuan key, bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Kepala sekolah mengijinkan, tapi….untuk memberikan tes, hanya janji belaka. Aku tidak mau aku dan anakku dianggap sok pinter, atau cari perhatian agar anakku diperhatikan, tidak! Aku hanya ingin sekolah open minded. Apalagi setelah kejadian itu, keysha menangis sepulang sekolah, karena dimarahi gurunya…gara gara dia bertanya halaman mana yang harus dikerjakan! Sadis nggak….wajar anak bertanya jika tidak tahu.Keysha sudah tidak tahan lagi sekolah, setiap mau berangkat dia menangis…..aku dan papa sudah membujuknya agar tetep sekolah. Aku sampai menunggunya di luar sekolah terus menerus….agar dia nyaman.Nggak peduli dech apa kata orang-orang. Tapi usaha kami tidak berhasil. Alas an key sama…tidak mau sekolah, bosan dengan pelajaran yang dia sudah bisa, dia bosan dengan rutinitas…..belajar, istirahat 15 menit….sehingga dia kurang bisa bersosialisasi dengan teman-teman..trus sore harus ikut les. Tiap hari begitu.
Hampir 1 bulan sudah….key mulai mogok, kubawa dia liburan ke jawa….dengan harapan…dia mau sekolah. Setibanya diBali…tetep aja….protes. Key sampai ngingau …wah ini udah berabe..dia bener bener stress di sekolah. Menurutnya sekolah bisa menampung semua aspirasinya,keingin tahuannya…juga dia bisa berteman dengan siapa saja. Ech ternyata salah… Akhirnya kami sadar, kami nggak boleh memaksakan dia bersekolah di sekolah umum, untuk apa juga dipaksain kalo toh akhirnya anaknya terbebani nggak enjoy belajar.KAmi tak peduli lagi dengan dana yang sudah dikeluarkan saat masuk sekolah, uang gedung,buku,dll yang biayanya lumayan bagi kantong kami.Kami mau Key..sekolah lagi dengan catatan dia enjoy. Dan setelah stress berat dengan segala pertimbangan baik buruknya kami memutuskan untuk homeschool lagi, kami daftarkan keysha ke HSKS (homeschool kak seto) Jakarta. Alhamdulillah…..key sudah enjoy, dia sudah bisa arrange waktu sendiri mempelajari modulnya..nilainyapun sangat memuaskan, semua nilai mata pelajaran A (paling rendah nilai 93 untuk matematika..lainnya 100)
Di HSKS juga, guru gurunya perhatian,mereka sering kirim sms atau sekedar telepon buat menanyakan apakah kami punya kesulitan dalam pelajaran apa tidak. jarak bukan masalah.Mungkin sebagian orang..pilihan kami aneh, tapi kami tak peduli….semua kami lakukan agar Key bahagia, apa salahnya mendengarkan anak?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 13.29  

0 komentar:

Poskan Komentar