“Kenaikan Rating Buka Peluang Investasi”

Minggu, 05 Desember 2010

“Kenaikan Rating Buka Peluang Investasi”


Kenaikan Rating Buka Peluang Investasi

Posted: 05 Dec 2010 12:04 PM PST


"Saya sangat optimistis dengan rating naik itu beban-beban bunga akan turun dan juga beban-beban lainnya akan turun," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa akhir pekan lalu. Dia menambahkan, kajian menaikkan peringkat surat utang pemerintah kemungkinan didorong ketahanan dan keseimbangan ekonomi makro yang berkelanjutan di Indonesia. Menurut Hatta, pada 2011 ekonomi akan didorong oleh empat mesin ekonomi, yaitu investasi, ekspor, belanja pemerintah dan daya beli masyarakat yang terjaga.

"Mesin ekonomi kita akan berimbang diibaratkan empat engine itu full speed,"lanjutnya. Hatta menuturkan,dengan menurunnya beban bunga utang di Indonesia dan meningkatnya rating, maka yang harus dilakukan adalah mewaspadai arus dana asing (capital inflow) yang masuk dan terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pertumbuhan capital inflow diduga akibat ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sampai saat ini belum pulih.

Sehingga,dana-dana yang dikucurkan The Fed akan mengalir ke negara emerging market termasuk Indonesia. "Salah satu yang harus diakui, Indonesia itu sebagai tempat yang menarik,"tuturnya. Oleh karena itu, ujar Hatta, pemerintah ingin memanfaatkan dana-dana masuk tersebut dengan membangun instrumen yang bisa dipakai untuk membiayai investasi strategis. "Salah satunya dengan initial public offering (IPO) badan usaha milik negara (BUMN) agar menyerap dana asing,"urainya.

Sementara terkait capital inflow, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak M Tjiptardjo mengatakan, saat ini merupakan momentum yang sangat baik karena dana-dana asing masuk ke pasar Indonesia sangat besar. Hal itu juga diimbangi dengan ketakutan adanya arus keluar secara berbondong-bondong sehingga perlu kebijakan dari otoritas moneter maupun fiskal untuk mengantisipasinya.

"Kita dilema antara perlu dan takut, treatmentnya harus hati-hati kalau mau kita silakan masuk tapi jangan cepatcepat keluar,"kata Tjiptardjo. Tjiptardjo mengatakan, modal yang ada saat ini harusnya masuk dalam jangka panjang atau foreign direct investment (FDI).Namun pada kenyataannya investasi di FDI kurang menarik dan lebih banyak kepada investasi yang cepat menguntungkan seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI),Surat Utang Negara (SUN).

Kendati demikian, pihaknya mengakui dalam menyingkapi capital inflow diperlukan suatu kehati-hatian. Selain karena Indonesia memang memerlukan modalmodal asing yang masuk tetapi tidak luput dari kewaspadaan guna menghindari bubble. (bernadette lilia nova)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 13.10  

0 komentar:

Poskan Komentar