“MK Bentuk MKH untuk Akil”

Selasa, 21 Desember 2010

“MK Bentuk MKH untuk Akil”


MK Bentuk MKH untuk Akil

Posted: 21 Dec 2010 12:07 PM PST


"MK siap membentuk MKH bagi Akil Mochtar yang merasa telah distigmatisasi dengan sewenang- wenang,"kata Ketua MK Mahfud MD di Gedung MK kemarin. Menurut Mahfud, pembentukan MKH sebenarnya tidak sesuai dengan peraturan MK No 10/PMK/ 2006 tentang MKH. Sebab, pembentukan MKH harus diawali adanya indikasi keterkaitan hakim yang diduga melakukan pelanggaran.

Tapi, langkah yang dilakukan MK merupakan terobosan. MK juga menegaskan pembentukan MKH untuk Akil Mochtar bukan karena rekomendasi tim investigasi hakim MK yang diketuai Refly Harun. "Jadi bukan karena hasil tim investigasi menemukan indikasi terjadinya pelanggaran, melainkan ini permintaan Pak Akil untuk membuktikan tuduhan serta akan buka-bukaan,"terang Mahfud. Sebagai pembuktian keseriusannya, keluarga Akil siap diperiksa. "Akil menyatakan dirinya, keluarganya, bahkan kucingnya juga siap diperiksa oleh MKH,"ujarnya.

Sebelumnya, tim investigasi yang dipimpin Refly Harun merekomendasikan pembentukan MKH guna mengusut dugaan pelanggaran etika yang dilakukan hakim konstitusi. Dalam laporan tim investigasi disebutkan,ada dugaan hakim MK Arsyad Sanusi dan Akil Mochtar melakukan pelanggaran etika. MK telah melaporkan usaha percobaan penyuapan yang diduga dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih terhadap Akil Mochtar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selang beberapa hari, tim investigasi yang dipimpin Refly juga melaporkan perkara serupa ke KPK. Berbeda dengan laporan MK,dalam laporan Refly disebutkan ada dugaan percobaan pemerasan yang dilakukan Akil terhadap JR Saragih. Untuk perkara yang melibatkan Arsyad, MK telah membentuk panel etik yang diketuai Harjono. Panel etik tersebut akan memutuskan apakah ada dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Arsyad Sanusi.Arsyad dipermasalahkan karena anaknya Neshawaty bertemu dengan pihak yang beperkara di MK.

Mahfud meminta Refly harus bertanggung jawab, apabila tulisannya terkait dugaan suap di MK di sebuah koran nasional tidak terbukti." Jika dari kasus tulisan Refly ini ada hakim MK yang terlibat jual beli perkara,harus saya bersihkan dengan membawanya ke KPK. Tapi jika ternyata tulisan Refly tidak benar,Abang Buyung (Adnan Buyung Nasution,salah satu anggota tim investigasi) harus minta Refly mempertanggung jawabkan secara hukum,"tegas Mahfud.

Kemarin, Akil Mochtar telah mengirimkan surat permintaan pembentukan MKH yang ditembuskan kepada Ketua MK.Akil menyebutkan akan meminta pertanggungjawaban pidana kepada pihak- pihak yang dengan sengaja telah menuduhnya melakukan tindak pidana pemerasan,apabila tuduhan tersebut tidak terbukti di KPK. Menanggapi pernyataan Akil tersebut,mantan ketua tim investigasi percobaan penyuapan terhadap hakim MK,Refly Harun,berkilah bahwa kesimpulan yang didapatkan tim investigasi tidak dapat dipersonifikasi bahwa hasil itu hanyalah tanggung jawab pribadi.

"Itu adalah hasil tim dan bukan hasil pribadi,"katanya. Sebelumnya, tim investigasi mengusulkan pembentukan dua MKH,baik untuk Arsyad maupun Akil, karena diduga telah terjadi pelanggaran etika.Menurut Refly, MKH dibentuk bukan untuk menghakimi seorang hakim telah bersalah. Tapi MKH merupakan ajang klarifikasi bagi hakim yang bersangkutan.

Di tempat terpisah,anggota Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki mengatakan, kisruh di MK sebagai bukti perlu adanya pengawasan hakim MK.Dalam uji materi UU KY,MK memutuskan KY tidak bisa melakukan pengawasan kepada hakim di MK. Suparman menyatakan, salah satu cara mengembalikan kewenangan KY agar bisa mengawasi hakim MK adalah dengan amendemen UUD 1945."Sebab,setelah putusan MK,agak sulit (mengembalikan kewenangan KY untuk mengawasi hakim) melalui revisi UU," ujarnya. (kholil)           

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 13.03  

0 komentar:

Poskan Komentar