“IKLAN BISNIS SAMARINDA: Usaha Cuci Helm Lebih Menjanjikan”

Minggu, 20 Maret 2011

“IKLAN BISNIS SAMARINDA: <b>Usaha</b> Cuci Helm Lebih Menjanjikan”


IKLAN BISNIS SAMARINDA: <b>Usaha</b> Cuci Helm Lebih Menjanjikan

Posted: 20 Mar 2011 08:32 AM PDT

BICARA tentang helm memang tak luput dari kehidupan sehari-hari. Sebagian besar masyarakat Samarinda yang menggunakan kendaraan roda dua mau tidak mau menggunakan helm ketika berkendara. Tidak sedikit yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan pintas, seperti mencuri helm orang di parkiran.
Namun tak sedikit pula yang memanfaatkan ke jalan yang positif, seperti membuka usaha jual-beli helm baru dan bekas, desain variasi helm, hingga bisnis pencucian helm. Kegiatan usaha seperti ini yang patut dicontoh. Seperti yang dilakukan Aming (62), yang membuka usaha cuci helm di Jalan Stadion Timur, Kompleks Olahraga Segiri, Samarinda.
Aming menuturkan, ia sebenarnya telah membuka usaha cuci helm sejak satu tahun lalu.
"Dulu, saya buka usaha ini di Jalan Pandawa, tapi sejak tiga bulan lalu usaha dipindahkan di Jalan Stadion Timur ini. Sekalian dekat dari rumah," ujarnya.
Aming mengakui bahwa dirinyalah yang pertama kali membuka usaha pencucian helm di Samarinda. "Waktu itu, belum ada tempat cuci helm lain. Saya yang pertama" katanya. Ia berpendapat  palayanan jasa ini sangat dicari-cari orang banyak.
"Di Samarinda kebanyakan motor, helm nggak mungkin nggak dicuci. Ke depannya saya pikir bisnis ini pasti bagus" tutur bapak 4 anak.
Untuk satu buah helm, Aming memasang tarif Rp 12 ribu sampai Rp 20 ribu. "Kalau biasa saja ya tarif normal. Tapi, jika noda sudah parah dan dalaman helm sampai hitam kami kenakan tarif Rp 20 ribu," lanjutnya.
Dalam sehari ia bisa meraup rupiah Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu. Aming berkata, pada hari hari tertentu sangat mempengaruhi omsetnya. "Hari Kamis atau akhir pekan lebih sepi," ucapnya.
Biasanya, akhir pekan memang lebih sedikit yang mengantar helm untuk dicuci. Ini lantaran pada hari-hari tersebut masyarakat biasanya, warga menggunakan waktu luang untuk berjalan-jalan dan menggunakan helmnya.
Lelaki ini mengakui untuk membuka usaha pencucian helm tak perlu modal yang begitu besar. Untuk mengawali usahanya,  ia membuat mesin pencuci helm sendiri dari bekas mesin cuci yang dibelinya dari service. Untuk satu mesin cuci, Aming membutuhkan modal sekitar Rp 2 juta yang digunakannya untuk menyulap isi dan fungsi mesin dan membeli pengharum, obat pembersih, serta pelicin helm. "Modalnya cuma tempat, alat pencuci dan pengering atau pengisap air, serta tempat. Yang penting kemauan dan usaha saja" ungkapnya. (*/lin/kri)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 13.11  

0 komentar:

Poskan Komentar