“Lombok Institute Flight Technology Buka Sekolah Penerbangan”

Kamis, 03 Maret 2011

“Lombok Institute Flight Technology Buka Sekolah Penerbangan”


Lombok Institute Flight Technology Buka Sekolah Penerbangan

Posted: 02 Mar 2011 11:46 PM PST

TEMPO Interaktif, Mataram  - Konsorsium pengusaha Hongkong Castle Mark (CM) Ltd bekerja sama dengan pengusaha nasional Elis Sriyati (ES) mendirikan sekolah penerabangan Lombok Institute Flight Technology (LIFT) di Mataram. Investasi sekolah itu senilai US $ 2,5 juta atau Rp 8,9 miliar. Kepemilikan sahamnya CM Ltd 51 persen dan ES 49 persen.

LIFT yang komisarisnya Edmond Fund dipimpin oleh Capt Sulitistyo seorang mantan penerbang Merpati kesayangan BJ Habibi dan wakilnya adalah Capt Chepy R Nasution – Wakil Sekretaris Jenderal PP Federasi Aero Sport Indonesia. ''Ini adalah usaha pendidikan pilot pertama di Indonesia yang didirikan dan berkantor pusat di luar Jakarta. Lombok akan kami jadikan sebagai pusat kedirgantaraan di Indonesia bagian timur, '' kata Chepy.

Untuk sekolah tersebut, LIFT menyiapkan tiga unit pesawat latih Liberty dan menyediakan simulator. Saat ini sudah tersedia hanggar berukuran 40 kali 60 meter yang bisa menampung 10 unit pesawat.Sekolah ini didirikan karena  setiap tahun Indonesia memerlukan 600 pilot, tapi yang bisa mengisinya hanya 150 orang. 

Rencananya, LIFT akan me-launching pendidikannya akhir April. Setiap dua bulan sekali akan membuka kelas baru dan setahun menargetkan 150 orang siswa baru. Biaya pendidikan selama 9-12 bulan ditetapkan US $ 66 ribu atau sekitar Rp 587,4 juta. Hingga saat ini sudah ada delapan siswa yang mendaftar, seorang calon siswa diantaranya berasal dari Australia dan tiga lainnya putra daerah Papua yang dibiayai oleh pemerintah daerahnya.

Komandan Pangkalan Udara Rembiga Letkol Pnb Antariksa Anondo menjelaskan bahwa Selaparang sudah dipilih sebagai wilayah latihan sekolah penerbangan lain,  yaitu Bali International Flight Academic (BIFAC), Juanda Flying School, Sekolah Penerbangan Angkatan Laut, Sekolah Penerbangan Angkatan Darat dan TNI AU.

SUPRIYANTHO KHAFID

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 13.45  

0 komentar:

Poskan Komentar