“Program Usaha Kecil Menengah (UKM): Bubur Sumsum Candil”

Selasa, 15 Maret 2011

“Program <b>Usaha</b> Kecil Menengah (UKM): Bubur Sumsum Candil”


Program <b>Usaha</b> Kecil Menengah (UKM): Bubur Sumsum Candil

Posted: 15 Mar 2011 03:38 AM PDT


Berbuka puasa akan lebih nikmat, jika diawali dengan menyantap ta'jil (makanan pembuka ketika berbuka Puasa) seperti Bubur Sumsum Candil dan Kolak. Dari dulu sudah pada tau dengan makanan lezat dan mengiurkan ini, tapi ingat jangan asal beli sembarangan, karena Bubur Sumsum banyak yang makai kapur sirih, dan ini sangat membahayakan buat tubuh kita.

Na,,,! saran saya kalau mau beli harus hati-hati dan teliti dulu atau nanya sama pedagangnya demi menjaga kesehatan tubuh kita.
Sekarang Saya buka usaha dengan kakak yang namanya Mustopa dan tanpa kapur sirih didalam makanan ini pokoknya aman, malahan yang saya buat ini bermanfaat bagi tubuh kita karena mengandung karbohidrat dan dari bahan-bahan alami.

Omset saat bulan Puasa sehari bisa Rp 5,4 juta.
Mustopa yang menekuni usaha Bubur Sumsum Candil.

Usaha yang baru dirintis selama 2 tahun ini mengalami perkembangan yang signifikasikan, karena dalam rentang waktu tersebut telah memiliki 6 cabang dan sementara ini di daerah Jakarta Utara, karena begitu rame dagangannya sekarang banyak yang meniru seperti yang di jalanin usahanya Mustopa. seperti apa sih kok begitu rame usahanya ini, Mustopa menjual satu porsi Rp 3.000 pergelas plastik dan tempatnya atau grobaknya ditaruh diatas motor.

Salah satunya sekarang dia buka di Jln. Gadang no.12A Sungai Bambu Tanjung Priuk Jakarta Utara, Cilincing depan mini market Lestari, jln. baru Cilincing didalam Pasarnya dan masih ada lagi di tempat lain.

RESEP BUBUR SUMSUM DAN CANDIL

Bahan Bubur Sumsum

* 20 liter beras ramos

* 20 liter santan kental

* 5 blok garam

* 25 ikat daun pandan

Bahan Candil

* 20 kg ubi jalar

* 20 kg tepung sagu

* 20 kg gula merah

* 5 kotak garam

* 5 kg gula putih

* 25 ikat daun pandan

Sumber : Bubur Sumsum

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 13.19  

0 komentar:

Poskan Komentar