“Undip Buka Kerja Sama dengan Palestina”

Sabtu, 05 Maret 2011

“Undip Buka Kerja Sama dengan Palestina”


Undip Buka Kerja Sama dengan Palestina

Posted: 04 Mar 2011 08:16 PM PST

Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Sabtu, 5 Maret 2011 - 11:08 wib

Image: corbis.com

JAKARTA - Dalam kunjungannya ke kampus Universitas Diponegoro (Undip) baru-baru ini, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi membuka kemungkinan kerja sama pendidikan antarkedua negara.

Mehdawi mengatakan, tahun ini pihaknya akan mencoba mengorganisasi sejumlah mahasiswa Indonesia untuk belajar tentang Palestina, dan melihat secara nyata kondisi Palestina. Program ini juga membuka kemungkinan riset dan kajian yang hasilnya dapat diterapkan di Indonesia atau Palestina.

Selain itu, kerja sama lainnya dapat dilakukan dengan membuka kuliah double degree. Nantinya, mahasiswa dari Indonesia dapat belajar selama satu semester di Palestina, begitu juga sebaliknya. "Kita juga memiliki universitas unggulan di Palestina, yang  sangat bagus untuk belajar," kata Mehdawi seperti dikutip dari situs Undip, Sabtu (5/3/2011).

Rektor Undip Sudharto P Hadi mengapresiasi kemungkinan kerja sama pendidikan dengan Palestina itu. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi ajang meningkatkan usaha Undip dalam proses menjadi universitas kelas dunia. Selain itu, peningkatan jumlah mahasiswa asing di Undip menjadi poin penting untuk menaikkan peringkat Undip di dunia internasional.

Sudharto menambahkan, Undip telah mempersiapkan diri menjadi universitas kelas dunia di antaranya dengan mendirikan kantor internasional, fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pusat pelatihan, serta rumah sakit pendidikan, yang akan mendukung terwujudnya universitas riset.

"Di masa depan, fasilitas dan prasarana yang disediakan tersebut bisa mendukung dan menarik minat lebih banyak lagi mahasiswa asing belajar di Undip," kata Sudharto. (rfa)(rhs)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 13.20  

0 komentar:

Poskan Komentar