“Setelah Lulus, mau kerja atau bisnis? cari jawabannya sekarang ...

Senin, 18 April 2011

“Setelah Lulus, mau kerja atau bisnis? cari jawabannya sekarang <b>...</b>”


Setelah Lulus, mau kerja atau bisnis? cari jawabannya sekarang <b>...</b>

Posted: 18 Apr 2011 06:18 AM PDT

BANDUNG , 18 APRIL 2011

TO : SEMUA MAHASISWA KHUSUSNYA MAHASISWA POLMAN BANDUNG dan SEMUA ORANG YANG INGIN BERWIRAUSAHA

ada yang bilang anak polman lulus kuliah dapet kerja itu udah biasa tapi lulus kuliah buka lapangan kerja itu baru luar biasa…..

-TIME

menurut saya ,,

ga ada waktu yg sempurna/ideal untuk memulai suatu usaha,, yg ada hanya waktu yg tepat.

maksudnya gini, kadang ada orang yg mikir,,"ah saya masih terlalu muda buat mulai bisnis.."

"ah ntar aja pas lulus kuliah saya memulai bisnis…"

"ah saya ga punya waktu…" inilah,,itulah,,dan sebagainya

tapi pada kenyataannya setelah org itu sudah lulus kuliah ada ajaaa masalahnya,," ah saya kerja dulu ajaa,,ngumpulin duit,,ntar baru bisnis,,"

selalu dan selalu ada aja alasan utk tdk memulai berbisnis.(menunggu waktu yg sempurna).

karena ga akan pernah ada waktu yg sempurna..yg ada hanya waktu yg tepat..

tepat dlm arti BERANI mulai,,dengan segala konsep yg matang dan sedikit keberanian.kita pasti bisa.

untuk awal pelajarin dulu dari yg usaha kecil,,

misalkan kita itu bertiga berteman baik,,,punya niat untuk bisnis,

sisihin masing2 1 juta… ada 3 juta buka kek kaya tempat juice,,atau usaha2 lain yg cukup memungkinkan untuk dijalani,,sesuai dengan kondisi dan minat masing2 org.

tapi..

saran saya, jangan mikirin untung buat awal,anggap aja pembelajaran.terutama buat yg pertama bisnis yah,,yang ga punya basic.(orgtua bukan pengusaha,dsb)

anggap aja 1 juta itu kaya biaya privat bisnis…

tapi bedanya kalo privat teori semua isinya… kalo disini,,praktek semua.

sukur2 bisa berhasil…kalo udah paham dasarnya mulai usaha,, baru deh berani bikin yg lebih gede dng modal yg gede.

DOUBLE or NOTHING kalo kata pebisnis,,

"sedikit gambling namun dengan perhitungan.."

sukses..

-antara pendidikan dan entrepreuneur

saya baru tahu pendidikan formal di butuh kan di dunia Entrepreneur, yang saya tahu semakin tinggi pendidikan semakin bingung anda cari kerjaan, biasanya mereka gengsi buka usaha apalagi yg usaha yang kecil2an dulu karena sbagai pemula. ada saja yang lebih memilih bekerja dahulu di perusahaan-perusahaan besar untuk mengumpulkan modal yang besar untuk memulai usaha atau bisnis.itu sah -sah saja .tapi pada kenyataannya setelah modal terkumpul begitu besar selalu saja ada alasan untuk tidak memulai usaha

seperti :

- Aduh takut bangkrut

- Aduh takut usahanya ga jalan

- Aduh kalo untungnya cuma segini kapan saya kaya

- Wah berat banget ya punya usaha, mesti bisa ini itu

- Wah mana bisa ya saya punya usaha, orang skill aja saya ga punya

dan sebagainya.

Pengusaha sukses seperti M Yusuf Kala, robert kyosaki dll tidak pernah bilang pendidikan itu penting untuk menjadi Entrepreneur..

memang benar , klo mau dijabarkan mungkin satu halaman a4 juga masih kurang untuk nulis semua pengusaha2 sukses yang tidak beres dalam hal pendidikan formal..

alangkah senangnya apabila kita sukses dalam dunia pendidikan dan dunia usaha,.

dan sekarang banyak loh bro pengusaha2 sukses yang memang di dunia pendidikannya mereka hebat2!!

orang2 yang selalu mendapat A dalam setiap mata kuliahnya.

contohnya donald trump, namun dia juga mengatakan bahwa, kalau hanya pendidikan saja sangat sulit untuk bisa berkembang.

untuk sukses dibutuhkan beberapa faktor

nah, kelemahan orang yang berpendidikan adalah gengsi

dia merasa bahwa dialah orang yang paling pintar dan hebat karena telah menyelesaikan studynya..

orang2 mental seperti itulah biasanya orang2 yang kurang cerah kedepannya, dan menntal seperti itu bukanlah mental2 pengusaha sejati.

hehehe….

mau pendidikan atau tidak, mau s1 atau tidak, yang penting karakter dan mindset kita lah yang perlu kita bangun agar kita sukses..

Makanya perlu ditegaskan, itu bukan duit dulu ato ilmu dulu, melainkan operasional.

Anda Berbisnis atau tidak berbisnis, tetap harus sekolah khan sampe minimal D3 ??? Anda niat menuntut ilmu atau tidak, setidaknya sudah ada yang membiayai toh sampe minimal D3 ??

Jarang yang cari duit sendiri untuk membiayai diri sampe D3 khan ??

Ya, sesuatu yang wajar terjadi itu jangan dihitung, karena mau tidak mau Anda harus mengeluarkan biaya tersebut, yang kemungkinan besar adalah dari orang tua Anda atau sumber lain – bukan dari Anda sendiri (hampir semua orang ya, BUKAN berarti semua).

Jadi hal2 operasional tsb jangan dihitung.

Nah soal ilmu, Anda jangan bicara tentang pekerjaan, tentunya kalo pekerjaan sebagai karyawan menuntut Anda berijasah setinggi mungkin, kalo bisa sampe es teler.

Beda dengan pengalaman Bisnis, Anda tidak perlu kuliah asal rajin buka internet, cari relasi, cari peluang, ACTION, Hard Working n Smart Thinking (Ingat, harus SMART THINKING bkn cuma hard working), saya berani jamin, 5 tahun berbisnis dengan 5 tahun kuliah lalu dapet kerjaan, akan jauh LEBIH BESAR yang 5 tahun berbisnis.

Intinya, Ilmu yang paling penting adalah INFORMASI YANG UPDATE, karena di situlah Anda bisa mendapat PELUANG. Itulah Ilmu yang sama sekali tidak Anda dapatkan selama 12 tahun makan bangku sekolahan. Dan ini terbukti dengan teman2 saya yang rajin sekali waktu kuliah . Begitu lulus, ada yang diterima kerja, dan ada beberapa yang terpaksa nganggur (IPKnya di atas 3.5 lhooo). Dan yang diterima kerja, gaji juga berkisar 1.8-2.5 juta.

Mereka baru bingung2 cari bisnis karena mulai merasa ga cukup saat saya (yang duluan ACTION) sudah mempunyai bisnis yang sudah ada dan berkembang. Pastinya, 1 pesan saja : Segeralah ACTION dan cari Ilmu sebanyak mungkin, UANG pasti mengikuti.

oh,ya satu lagi pesan saya

MABRUR ITU ADA 2 : YANG PERTAMA HAJI YANG MABRUR

dan yang kedua orang yang bisa menghidupi orang lain ( membuka lapangan kerja bagi orang lain) , betapa mulianya…..

bagi mahasiwa polman

tertarik jadi entrepreuner ?

buka www.uib-polmanbandung.com

by : Much.Ricky.M.S.W with //Indonesia Mandiri Consulting

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Diposkan oleh iwan di 13.32  

0 komentar:

Poskan Komentar