“Kategori Buka Usaha - Welcome to my kitchen”

Rabu, 06 Juli 2011

“Kategori <b>Buka Usaha</b> - Welcome to my kitchen”


Kategori <b>Buka Usaha</b> - Welcome to my kitchen

Posted: 05 Jul 2011 08:20 PM PDT

Emmm...serius banget judulnya.
Kemarin ada teman yang usul, agar menambahkan kategori buka usaha dari resep-resep yang ada. Sebenarnya kalau mau jeli, kadang ada koq pembaca yang menuliskan komentarnya: wah cocok untuk usaha nih.

Gimana sih menentukan sebuah usaha? waduh kayak konsultan aja...padahal yang nulis ini juga belum punya usaha. Yang pasti aku bukan perencana keuangan, bukan konsultan, dll. Jadi maaf kalau tulisan di bawah ini ngawur, tidak melakukan penelitian terlebih dahulu.
Untuk memulai usaha, mungkin bisa diperhatikan adalah lingkungan sekitar atau situasi pasar.

Misalnya: ada sekolah. Yang kira-kira dibutuhkan anak sekolah: buku dan alat tulis lainnya, photo copy, kantin, kost-kostan. Kantin, harga disesuaikan dengan kantong anak-anak sekolah atau mahasiswa (kalau memang di lingkungan kampus). Contohnya: warung makan sekitar UGM dll. Yang untuk contoh UGM yang sudah terkenal, nanti aku tulis Unwama pada gak ngerti coz dah bubar :D

Misalnya di suatu daerah yang lingkungannya sering mengadakan pesta (ulang tahun anak mungkin), maka buka usaha membuat kue tart bisa berjalan. Sedia kue tart dan perlengkapannya mungkin. Biasanya yang tinggal di kompleks/perumahan, bergiliran saja ulang tahunnya :D Meski tidak semua kompleks seperti itu. Tulisan ini hanya perkiraan, tidak ada penelitian sebelumnya.

Misalnya lagi, lingkungan sekitar sering ada acara-acara perkumpulan, arisan, pengajian dsb, buka usaha kue-kue untuk snack mungkin bisa berjalan.

Kalau mau buka warung di pinggir jalan, lihat warung di sekitarnya berjualan apa. Mungkin bisa mengambil menu yang belum ada. Atau justru ambil menu yang sama dengan mereka (misalnya: sama-sama jual bakso), beri nilai plus untuk bakso Anda. Aku sendiri sering (kalau pas pulkam sih), beli makanan di pinggir jalan gitu, meski warung berjejer menunya sama, tapi memilih warung yang 'itu'. Intinya, kalau ada nilai plus di hati pelanggannya, pelanggan gak akan lari meski berdekatan dengan warung yang menunya sama.
Satu lagi, kalau sudah mempunyai nilai plus, meski lokasinya jauh pelanggan tetep datang mencari.

Kesimpulannya, menu apa yang bisa dijadikan untuk membuka usaha? Jawabnya semua menu bisa koq untuk usaha. Tinggal bagaimana memberi pelayanan yang baik kepada pembeli, bagaimana mempertahankan cita rasa, bagaimana membuat pelanggan agar mau balik lagi, bagaimana menjaga kebersihan, dll.

Tayangan di TV indo yang memperlihatkan nakalnya pedagang makanan terlintas di pikiran membentuk slideshow. Kenapa mereka begitu tega melakukannya? Maaf tidak akan aku tulis disini, takut ada yang mual-mual.

Untuk memulai usaha dibutuhkan modal berapa? Bagaimana cara memulai sebuah usaha? Apa saja yang diperlukan untuk memulai usaha? maaf, aku tidak punya kapasitas untuk menjelaskannya.

Lebih baik yang mana:
Buka usaha mulai dari yang kecil, ditekuni, laba untuk menambah modal sehingga makin lama makin besar usahanya.
atau
Buka usaha langsung besar, modal usaha pinjaman (utang), ditekuni, makin lama makin besar.
Pembuka jasa konsultan mungkin akan menjelaskan secara detail sejak awal perencanaan, resiko, dll. Jadi, untuk urusan ini lebih baik ditanyakan pada ahlinya saja. Atau nanya kepada teman yang sudah sukses dalam usahanya, syukur mau berbagi tips triknya dalam membuka usaha.

Yang mau buka usaha jangan ragu-ragu. Yang sudah punya usaha, syukur kalau mau menambahkan atau memberi masukan dari tulisan di atas.

Makasih.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 13.33  

0 komentar:

Poskan Komentar