“FPI Minta Mabes Polri Turun Tangan soal Judi di Batam - Media Indonesia”

Jumat, 26 Agustus 2011

“FPI Minta Mabes Polri Turun Tangan soal Judi di Batam - Media Indonesia”


FPI Minta Mabes Polri Turun Tangan soal Judi di Batam - Media Indonesia

Posted: 26 Aug 2011 05:03 AM PDT

BATAM--MICOM: Front Pembela Islam (FPI) Kepri meminta Mabes Polri agar menertibkan perjudian berbentuk gelper karena masyarakat Kepri tidak percaya dengan kinerja petugas kepolisian setempat.

"Sebaiknya ditangani langsung oleh Mabes Polri. Tidak ada kemajuan dalam menangani masalah perjudian di daerah ini. Kami sudah berkali-kali meminta kepada petugas di daerah ini untuk tegas. Akan tetapi, praktiknya tidak ada," kata Ketua FPI Kepri Mohammad Zein Syarief, Jumat (26/8).

Menurut dia, banyak ketidaktegasan dari pejabat di daerah ini yang berakibat dengan merajalelanya sejumlah tingkat kejahatan di Kepri. Sebab, persoalan sosial yang sering terjadi merupakan saling keterkaitan satu dengan yang lainnya.

"Bagaimana tingkat kriminalitas tidak meningkat jika dalangnya dilindungi. Kami tidak berbuat apa-apa. Seharusnya, izin gelper itu tidak diterbitkan lagi jika sudah ada keluhan dari masyarakat di sini," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov meminta agar polisi lebih meningkatkan kinerja karena akibat menjamurnya perjudian berbentuk gelper. Aparat di daerah ini tidak menjalankan fungsi dengan baik.

"Bagaimana mau baik. Jika para penegak hukum juga menikmati setoran dari perjudian. Ini harus kita luruskan agar masyarakat tahu mana yang baik dan mana yang tidak," katanya.

Sementara itu, pantauan Media Indonesia di sejumlah kawasan di Batam sejak awal puasa bahkan hingga penghujun Ramadan pengelola tempat perjudian gelper seperti Avatar Zone Game di Nagoya, e-zone game di Baloi, dan puluhan tempat perjudian yang tersebar di sejumlah kawasan di daerah tetap buka, bahkan mereka tidak menghiraukan imbauan dari Pemkot Batam untuk menutup gelanggang permainan itu.

"Kalau kami tutup, bagaimana nasib karyawan kami. Usaha kami bagaimana? Kami tetap memberikan setoran kepada sejumlah pihak di sini," kata salah seorang pengurus gelanggang perjudian di Nagoya.

Menurut mereka, pengusaha gelper tidak bisa disalahkan karena mereka murni berusaha dan sudah ada peraturan daerah (perda) yang mengaturnya sehingga mereka tidak perlu khawatir soal penggerebekan atau pun penutupan.

Informasi yang dikumpulkan Media Indonesia, tempat perjudian di Batam dibekingi sejumlah perwira polisi yang ada di daerah ini sehingga mereka berleluasa membuka usahanya kendati sudah diberi peringatan oleh Pemkot Batam. (HK/OL-10)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 13.57  

0 komentar:

Poskan Komentar