“Konsorsium Asuransi Penerbangan Buka Peluang Percaloan - Tribunnews”

Kamis, 29 September 2011

“Konsorsium Asuransi Penerbangan Buka Peluang Percaloan - Tribunnews”


Konsorsium Asuransi Penerbangan Buka Peluang Percaloan - Tribunnews

Posted: 29 Sep 2011 09:46 AM PDT

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operator penerbangan menolak pelaksanaan konsorsium asuransi untuk menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Penolakan operator penerbangan memakai konsorsium asuransi tersebut karena tidak akan membuat maskapai bebas menentukan mana perusahaan asuransi yang bakal diikutinya.

Selain itu, dengan adanya konsorsium bisa mengarah pada kegiatan oligopoli yang rentan terhadap tuduhan kegiatan  kartel.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (Inaca), Tengku Burhanuddin mengatakan, maskapai ingin menentukan perusahaan asuransi mana yang akan diikuti untuk menjamin para penumpangnya, sehingga tidak perlu ada konsorsium seperti yang disebutkan dalam aturan tersebut.

"Selain itu, konsorsium bisa menyebabkan terjadinya perantara (calo) yang tentunya akan menyebabkan biaya operasional bertambah," kata Tengku di sela Sosialisasi Permenhub No 77 th 2011 di Jakarta, Kamis (29/9).

Satu perwakilan dari Garuda Indonesia, Ike juga menyatakan hal yang sama. Ike tidak setuju dengan konsorsium karena bisa menyebabkan kartel. "Kita belum lama dituduh terlibat menjadi kartel tarif oleh KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). Kami tidak ingin itu terjadi lagi karena akan menguras waktu dan tenaga," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 14.01  

0 komentar:

Poskan Komentar