“"Buka Waralaba di Indonesia Kok Malah Rugi?"”

Jumat, 14 Oktober 2011

“"Buka Waralaba di Indonesia Kok Malah Rugi?"”


"Buka Waralaba di Indonesia Kok Malah Rugi?"

Posted: 14 Oct 2011 04:53 AM PDT

JAKARTA - Pertumbuhan waralaba lokal Indonesia sangat aneh. Di luar negeri, tingkat keberhasilan waralaba sangat tinggi, sementara di Indonesia tingkat kegagalannya yang tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Amir Karamoy dalam sambutannya pada acara pembukaan The 9th Edition of Franchise & License Expo 2011, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

"Menurut penelitian di Amerika, tingkat keberhasilan waralaba itu tinggi. Sedangkan di Indonesia tingkat kegagalannya yang tinggi dan hampir mendekati 50 persen," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini tak mengherankan. Sebab, selain masih banyak regulasi yang belum selesai. Ketentuan peraturan yang dibuat tidak dijalankan sepenuhnya dengan benar, termasuk pengawasan yang masih lemah.

"Soal pertumbuhan memang tinggi namun itu apa? Jangan-jangan cuma kemitraan bukan waralaba. Kalau mau kembangkan waralaba itu harus diatur biar agak ketat," tegasnya.

Selain itu, dia menuturkan, sampai saat jumlah waralaba asing dan lokal mencapai 1.300 usaha waralaba. "Namun, saya tidak yakin itu waralaba atau bukan jangan-jangan cuma kemitraan peluang bisnis. Tapi kalau data kasar segitu," tukas dia. (mrt) (rhs)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 13.45  

0 komentar:

Poskan Komentar