“Ditjen Pajak Tingkatkan Sosalisasi Terkait Sensus Pajak - Suara Karya”

Jumat, 04 November 2011

“Ditjen Pajak Tingkatkan Sosalisasi Terkait Sensus Pajak - Suara Karya”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Ditjen Pajak Tingkatkan Sosalisasi Terkait Sensus Pajak - Suara Karya

Posted: 04 Nov 2011 04:10 AM PDT

 
 
Ditjen Pajak Tingkatkan Sosalisasi Terkait Sensus Pajak

Jumat, 04 November 2011

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait sensus pajak nasional yang baru mencapai 40 persen dari target 2011 sebanyak 985 ribu wajib pajak.
"Kami khawatir target tidak tercapai karena sampai Oktober baru terealisasi 40 persen dari sasaran 985 ribu wajib pajak, padahal seharusnya bisa mencapai 1,3 juta," kata Ketua Harian Sensus Pajak Nasional Direktorat Jenderal Pajak Hartoyo saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, menurut Hartoyo, sosialisasi dan kerja sama antara Ditjen Pajak dengan pemerintah daerah perlu ditingkatkan untuk meningkatkan partisipasi wajib pajak badan dalam sensus pajak nasional.
"Kami masih salah melakukan kalkulasi karena masih ada tempat usaha yang belum buka dan sebagainya, atau kurang sosialisasi sehingga kami dengan pemerintah daerah perlu ada kerja sama," ujarnya.
Hartoyo menjelaskan dari kategori I, sebanyak 55,8 persen wajib pajak badan telah memberikan keterangan kepada petugas sensus dan mengisi formulir.
"Dari kategori I yang bersedia memberi informasi itu sampai dengan Oktober ini sebanyak 394.177 wajib pajak telah mengisi formulir isian sensus," ujarnya.
Dari kategori II, ia menambahkan, ada sekitar 5,5 persen wajib pajak yang tidak bersedia memberikan keterangan atau informasi, walau tempat usaha sudah didatangi oleh petugas sensus.
Sementara untuk kategori III atau alamat wajib pajak tidak jelas atau tidak diketahui, tempat usaha wajib pajak tutup dan tempat usaha wajib pajak buka namun si pemilik berhalangan, sekitar 18,1 persen.
Untuk kategori IV, atau pemilihan lokasi yang salah sehingga harus dilakukan sensus ulang ada sekitar 20,6 persen wajib pajak.
"Kami harus meningkatkan sasaran wajib pajak dalam sensus nasional yang menjadi prioritas utama, yaitu sentra bisnis dan perdagangan," ujar Hartoyo.
Menurut dia, apabila target sensus pajak nasional hingga akhir tahun tidak tercapai,Ditjen Pajak akan kembali melakukan sensus pada 2012.
"Kami tetap melakukan sensus pajak, opsi 2012 jalan, kalau tingkat kepatuhan wajib pajak sudah tinggi kami menunggu pada Maret-April nanti (untuk melakukan sensus)," kata Hartoyo. (Antara)

Diposkan oleh iwan di 13.11  

0 komentar:

Poskan Komentar