“INVESTASI ASING Pemberian Izin Harus Selektif - Suara Karya”

Senin, 21 November 2011

“INVESTASI ASING Pemberian Izin Harus Selektif - Suara Karya”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

INVESTASI ASING Pemberian Izin Harus Selektif - Suara Karya

Posted: 21 Nov 2011 11:13 AM PST

 
 
INVESTASI ASING
Pemberian Izin Harus Selektif

Selasa, 22 November 2011

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah diminta selektif dalam pemberian izin investasi asing langsung supaya tidak berdampak negatif terhadap perkembangan industri lokal. "Kami ingin usul supaya investasi yang masuk ke dalam negeri tidak semuanya ditampung, tetapi dipilah dulu jenis investasi dan kategorinya. Jangan sampai salah dan menyebabkan industri dalam negeri jadi tutup," kata Sekjen Asosiasi Merek Indonesia (AMIN) Franky Sibarani di Jakarta, Senin (21/11).
Menurut dia, sebaiknya pemerintah hanya membuka pintu untuk investasi asing langsung pada sektor industri produk-produk berteknologi menengah hingga tinggi serta produk premium yang tidak banyak dibuat di dalam negeri. "Jangan untuk produk berteknologi rendah yang dijual dengan murah," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, investasi asing langsung sebaiknya juga diarahkan pada kegiatan industri yang hemat energi dan ramah lingkungan. "Ini penting karena kalau tidak benar-benar dipilah, investasi asing untuk membangun industri penghasil produk dengan merek global di dalam negeri justru bisa mematikan industri dalam negeri," kata Ketua Umum AMIN Putri K Wardani.
Pihaknya menilai, tidak ada investasi lebih baik dibanding ada satu investasi yang mematikan tiga industri dalam negeri. "Jadi, sebaiknya buka investasi untuk industri berteknologi menengah dan tinggi saja, jangan untuk investasi pemindahan usaha perakitan yang bisa merusak kegiatan usaha di sini," tutur Presiden Direktur PT Zyrexindo Mandiri Buana Timothy Siddik.
Lebih lanjut Putri mengatakan, pihaknya secara khusus hendak menyampaikan masukan terkait pemberian izin investasi langsung kepada pemerintah karena khawatir penanaman modal asing untuk produk berteknologi rendah akan mengancam kelangsungan hidup industri pengembang merek lokal.
"Untuk produk kosmetik misalnya, di pasar bisa dilihat ada beberapa produk berharga rendah dari produsen merek global di sini. Mereka bisa bikin dengan harga rendah karena menikmati bunga bank rendah dan mendapat dukungan subsidi dari negara asal, sementara kami di sini yang lebih banyak berjuang sendiri sulit membuat produk serupa dengan harga setara. Ini tentu akan mengganggu pangsa produk lokal kalau tidak ada intervensi dari pemerintah," kata Putri.
Dia menambahkan, pemerintah bisa memberikan insentif dan subsidi kepada industri pengembang merek lokal yang melakukan perluasan pabrik supaya mereka punya kemampuan yang lebih seimbang untuk bersaing dengan produk-produk bermerek global dari penanaman modal asing. (Ant/Bayu)

Diposkan oleh iwan di 14.28  

0 komentar:

Poskan Komentar