“Sigit Buka Cabang Sampai ke Bali - Tribunnews”

Sabtu, 19 November 2011

“Sigit Buka Cabang Sampai ke Bali - Tribunnews”


Sigit Buka Cabang Sampai ke Bali - Tribunnews

Posted: 19 Nov 2011 09:02 AM PST

Tribun Jogja - Sabtu, 19 November 2011 23:56 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Iwan Al Khasni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - 

Nur Sigit Cahyo (34) menuai hasil perbuatannya. Warga asal Magelang, Jateng, yang menetap di Piyungan, Bantul, DIY, ini mengakali ribuan nasabah/investor sehingga sampai  Sabtu (19/11)  masih meringkuk di tahanan Mapolda DIY.

Dua hari lalu, Kamis (17/11) siang, pria jebolan sebuah Akademi Ilmu Komputer di Yogyakarta itu dihadirkan di ruang Kapolda DIY, Brigjen Pol Tjuk Basuki. Mengenakan baju tahanan berwarna orange, dan seluruh bagian kepala ditutup, Sigit tak mau banyak bicara saat dicecar pertanyaan sejumlah wartawan.

Menunjukkan sikap sopan, Sigit yang oleh warga di sekitar Kantor PT Cahaya Forex di kawasan Mergangsan dipanggil Nur, sesekali mendongakkan wajah, yang hanya tampak bola mata. Berdiri di antara Dirreskrimsus Polda DIY, Kombes Joko Lelono, dan Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti, tersangka kasus dugaan penggelapanan uang nasabah itu dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Soal izin usaha yang tak memenuhi prosedur, kasus tersebut akan ditangani oleh Bappebti sebagai pihak yang berwenang soal itu,"kata Joko Lelono.

"Prestasi" Sigit memperkaya diri dari ulahnya bisa diketahui melalui keterangan warga di sekitar kantor PT Forex Cahaya (kini sudah disegel polisi). Menurut mereka, tersangka biasa membeli tanah bekas sekaligus bangunan runtuh bekas gempa berharga di atas Rp 1 juta tanpa menawar.

Hal itu wajar. Sebab, investasi yang masuk kantor Sigit tercatat dalam lima buku tabungan, yang angkanya menurut  Polda DIY mencapai Rp 194,3 miliar. Uang itu didapatkan dari cabang di Lampung, Bogor, Bandung, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Solo, Tulungagung, Tuban, Bali, Palangkaraya, dan kantor pusat Yogyakarta.

Data Polda DIY,  total investor di berbagai kota sebanyak 19.460 orang, dengan nilai investasi Rp 194,3 miliar. Adapun khusus nilai investasi di Yogyakarta sekitar Rp 38,7 miliar,  dengan jumlah investor 7.058 orang.

"Ada tujuh saksi yang juga masih dalam proses pemeriksaan. Sedangkan laporan masuk ke Polda setelah kasus diungkap tercatat baru sembilan laporan," kata Kombes Joko Lelono.  (*)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.53  

0 komentar:

Poskan Komentar