“Axis Buka Investasi Kedua Sebesar 700 Juta Dolar AS untuk Pengembangan Data”

Rabu, 07 Desember 2011

“Axis Buka Investasi Kedua Sebesar 700 Juta Dolar AS untuk Pengembangan Data”


Axis Buka Investasi Kedua Sebesar 700 Juta Dolar AS untuk Pengembangan Data

Posted: 07 Dec 2011 06:26 AM PST

Axis Buka Investasi Kedua Sebesar 700 Juta Dolar AS untuk Pengembangan Data
Rabu, 07 Desember 2011 , 21:11:00 WIB

Laporan: Feril Nawali

RMOL. PT Axis Telekom Indonesia (Axis) mengungkapkan tidak akan selamanya mengandalkan tarif murah  bertahan dari persaingan yang keras di industri telekomunikasi. Tarif murah adalah positioning atau langkah awal dari perseroan  masuk ke pasar dimana sudah keras persaingannya.

"Setelah perusahaan ini mature dan memiliki skala ekonomi yang ideal di industri, pelan-pelan kita akan berbicara layanan yang premium," kata  Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar  pada Diskusi Akhir Tahun Telekomunikasi bertajuk "Rethinking Data Services: Understanding Consumer Insight" di Jakarta (Rabu, 7/12).
 
Menurut dia, memiliki volume yang besar  merupakan hal yang  mutlak di industri seluler agar diperhitungkan tidak hanya sesama pelaku usaha di industri tetapi oleh  pihak pemodal.

"Kala operator memiliki volume pelanggan yang sesuai dengan skala ekonomi tertentu, itu lebih mudah bernegosiasi tidak hanya dengan operator terkait interkoneksi, vendor soal pembelian perangkat, tetapi perbankan untuk pembiayaan," jelasnya.

Syakieb menilai kondisi di industri telekomunikasi Indonesia saat ini,  terlalu banyak pemain yang berujung penurunan pada tarif dan Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA). "Satu-satunya cara untuk selamat adanya cost leadership dan efisiensi. Langkah Axis sudah tepat  untuk berkembang,  karena efisensi sudah dijalankan mulai dari pengembangan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM)," terangnya..

Seperti diketahui, Saudi Telecom Company (STC) sebagai induk usaha  Axis  berkomitmen  menggelontorkan 2 miliar dolar AS mengembangkan pemilik tagline GSM. Dana sebesar  1 miliar dolar AS diperuntukkan  pengembangan jasa data.  Sejauh ini,  Axis sudah menghabiskan  300 juta dolar AS untuk pengembangan data. Sisanya sebesar  700 juta dolar AS diinvestasikan dalam jangka waktu 8 bulan ke depan mulai November 2011.

Rilis yang dikeluarkan Axis menyebutkan,  dana  300 juta dolar AS sudah digunakan memodernisasi infrastruktur jaringan, termasuk membangun BTS dan penyediaan 5 ribu menara yang tengah dibuka tendernya sejak Oktober lalu. Huawei rencananya  menyediakan 5 ribu BTS hingga 2013 yang menelan investasi  500 juta dolar AS, sementara Ericsson membangun 1000 BTS hingga akhir 2012 dengan investasi 60 juta dolar AS.

Axis yang memiliki sekitar 15 juta pelangga, berhasil meningkatkan  pundi  pendapatannya di kuartal ketiga 2011  sebesar  267,9  persen  menjadi  Rp 943,37 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebanyak 30 persen dari omset dipasok oleh layanan data. Pada 2012 kontribusi jasa data diproyeksikan meningkat  35-40 persen.

"Layanan data masih memiliki potensi besar, karena itu akan kami geber terus. Axis tidak menginginkan  perang tarif di layanan data. Kami hanya melakukan penetrasi pasar sesuai  langkah awal  memasuki pasar," kata Syakieb. [dem]

    This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.30  

0 komentar:

Poskan Komentar