“HGU PT Indah Pontjan Dipertanyakan Pansus DPRD Sergai - Harian Analisa (Blog)”

Kamis, 15 Desember 2011

“HGU PT Indah Pontjan Dipertanyakan Pansus DPRD Sergai - Harian Analisa (Blog)”


HGU PT Indah Pontjan Dipertanyakan Pansus DPRD Sergai - Harian Analisa (Blog)

Posted: 15 Dec 2011 10:14 AM PST

Sergai, (Analisa). Hak Guna Usaha (HGU) PT Indah Pontjan, Nomor 71 tahun 1995 seluas 256,9 Ha, di Desa Pematang Cermai Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai yang diterbitkan BPN pusat diragukan.

Keraguan itu diperkuat dengan keterangan Kepala BPN Provinsi Sumut dan Sergai bahwa PT Indah Pontjan hanya memiliki dua HGU, yakni di Deli Muda Hulu Kecamatan Perbaungan seluas 750,25 hektar dan Deli Muda Hilir kecamatan yang sama seluas 407,1 hektar. Kedua HGU ini diterbitkan pada 14 Mei 1988 dan berakhir 31 Desember 2012.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sergai Ferry Heriyanto SH, didampingi wakil Ketua Pangeran Hutajulu, SH, Sekretaris Longway Maspion Pakpahan, SH, anggota Ramles Simanjuntak, S.Pd dan H Ahmad Dai Robbi dalam jumpa pers, Senin (12/12) di ruang komisi A DPRD Sergai.

Dijelaskan, PT Indah Pontjan pertama kali buka usaha melakukan penanaman pohon karet di atas lahan seluas 1.157,35 hektar, dan sekarang berubah menjadi tanaman sawit. Perubahan tanaman (konversi) setelah dilakukan penelusuran menyangkut izin sebagaimana diamanahkan Permentan nomor 26/ot.140/2/2007tentang pedoman perizinan usaha perkebunan, Menteri Pertanian, kepada pihak yang berkompeten tidak ada mengeluarkan izinnya.

Dikemukakannya, pertemuan tim Pansus DPRD Sergai yang dilaksanakan belum lama ini disalah satu hotel Medan dihadiri oleh perwakilan manajemen PT. Indah Pontjan diantara Ir.Turman Marpaung. Dalam pertemuan itu diperoleh keterangan dari Ir.Turman bahwa lahan seluas 400 hektar dikelolanya atas nama pribadi diluar HGU. Namun anehnya, lahan itu belum terdaftar di BPN dan pihak berkompetn lainnya seperti dinas kehutanan dan perkebunan Sergai.

Dengan demikian kepemilikan lahan seluas 400 hektar ini menurut Ferry menimbulkan pertanyaan dan perlu dilakukan pengusutan oleh pihak yang kompeten.

Selain itu, lahan perkebunan yang berada di Desa Bagan Kuala dan Tebingtinggi, Kecamatan Tanjung Beringin yang disebut-sebut milik PT. Indah Pontjan kuat dugaan masih membayar PBB Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lahan persawahan, sementara lahan itu sudah ditanami sawit.

Anehnya, kata sekretaris Pansus DPRD Sergai Longway Maspion Pakpahan.SH pembayaran PBB lahan persawahan itu sudah berlangsung belasan tahun.

Berkaiatan dengan lahan yang sudah ditanami pohon sawit itu, perlu dilakukan pemeriksaan oleh pihak penegak hukum terkait dengan pajaknya, karena kuat dugaan pembayaran pajak telah terjadi penyimpangan, ujar Pakpahan.

Kadis Kehutanan dan Perkebunan Sergai Ir. Megahadi ketika dikonfirmasi melalui Kasi perizinan Dedi Iskandar, Senin (12/12) mengenai perubahan tanaman yang dilakukan oleh PT Indah Pontjan, sama sekali tidak pernah mengeluarkan izin dan mengetahui.

Sebab hingga kini belum ada laporannya, begitu juga dengan kepemilikan lahan seluas 400 hektar yang telah ditanami pohon sawit milik Ir.Turman Marpaung, dia juga tidak mengetahuinya, kata Dedi. (bah)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.09  

0 komentar:

Poskan Komentar