“Minimarket Diminta Selalu Aktifkan CCTV”

Jumat, 23 Desember 2011

“Minimarket Diminta Selalu Aktifkan CCTV”


Minimarket Diminta Selalu Aktifkan CCTV

Posted: 23 Dec 2011 10:00 AM PST

Minimarket Diminta Selalu Aktifkan CCTV

Sabrina Asril | Tri Wahono | Sabtu, 24 Desember 2011 | 00:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto memprediksi aksi perampokan diperkirakan akan kembali marak menjelang perayaan Tahun Baru 2012. Imam pun meminta agar para pemilik usaha untuk selalu waspada.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru, diprediksi akan semakin banyak aksi perampokan, terutama kasusnya seperti perampokan minimarket di Ciputat. Makanya, diminta waspada," ungkap Imam, Jumat (23/12/2011), saat dijumpai wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Upaya mengantisipasi aksi perampokan pun, menurutnya, perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan memasang kamera CCTV. "Kamera CCTV ini penting dipasang. Kami sudah imbau pelaku usaha minimarket untuk memasangnya, tapi banyak yang tidak mau," tutur Imam.

Pelaku usaha minimarket, kata Imam, enggan memasang kamera CCTV lantaran biaya pemasangan yang cukup mahal. "Masa untuk keamanan hitung-hitungan. Kasus di Ciputat harusnya jadi pembelajaran," tukas Imam.

Selain itu, petugas keamanan internal juga diminta untuk siaga, terutama dalam minimarket yang buka hingga 24 jam. "Satpam itu yang harusnya mampu menjaga," imbuh Imam.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah toko Alfamart disatroni para perampok pada Kamis (22/12/2011) dini hari. Komplotan pelaku yang berjumlah enam orang ini membawa kabur uang tunai dan sejumlah rokok berbagai merek dengan nilai total Rp 11 juta.

Enam pelaku itu ada beberapa yang memakai masker dan beberapa lagi yang tidak memakai penutup muka. Mereka masuk ke dalam toko dan mengacungkan senjata tajam berupa golok dan mengancam, "Jangan bersuara! Kalau bersuara, saya bunuh."

Lalu semua karyawan dikumpulkan dan pelaku mengikat tangan karyawan dengan menggunakan sumbu kompor. Kemudian seorang karyawan Alfamart diancam dan disuruh membuka brankas. Setelah melancarkan aksinya, enam pelaku langsung kabur menggunakan mobil.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 14.07  

0 komentar:

Poskan Komentar