“Sania Sukses dengan Tiket Online - Tribunnews”

Selasa, 06 Desember 2011

“Sania Sukses dengan Tiket Online - Tribunnews”


Sania Sukses dengan Tiket Online - Tribunnews

Posted: 05 Dec 2011 10:23 PM PST

Tribun Jogja - Selasa, 6 Desember 2011 13:09 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA

– Persaingan bisnis tiket perjalanan tampaknya semakin berat, seiring makin bertambahnya travel agent di Yogyakarta. Maka dari itu pintar-pintarnya pelaku usaha untuk menyiasati hal tersebut.
 
Sania Laurita (27), Direktur Turindo Tours & Travel mengatakan tiket pesawat saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Di samping harga tiket yang cenderung mahal, lima maskapai penerbangan  yang ada sekarang Garuda Indonesia, Lion, Merpati, Sriwijaya, dan Batavia berlomba memperebutkan calon penumpang.
 
"Kebutuhan tiket pesawat sangat meningkat drastis di semua kalangan, apalagi menjelang Natal dan Tahun baru, banyak yang sudah membeli 2-3 bulan sebelumnya, biar harganya cenderung tidak mahal," ucap Sania kepada Tribun Jogja, Senin (5/12).
 
Untuk mengatasi persaingan, Sania mengatakan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Termasuk salah satunya dengan sistem antar tiket ke tempat tujuan. Salah satu caranya adalah dengan sistem online, yang mempercepat pendistibusian tiket pesawat. Menurut Sania, dengan sistem online ada sebuah jaminan kelayakan dalam penjualan tiket pesawat.
 
"Pelanggan  dapat melihat harga tiket pesawat dengan sangat update sehingga dapat memberikan harga tiket pesawat tersebut sama dengan travel-travel lainnya yang menjual tiket pesawat yang sama," ucapnya
 
Hanya saja, image travel agen itu menjadi buruk, jika ada pelaku usaha travel yang mempermainkan harga jauh di luar pasaran. Memang ada travel yang memperlakukan hal seperti itu. Kalau sudah begitu, travel agen tersebut harus di black list, karena merugiakan perusahaan yang setipe dan maupun yang berbeda.
 
Maka Sania mengatakan kalau sudah begitu yang terjadi adalah tantangan pengusaha travel semakin berat. Karena airline diberlakukan dengan dengan sistem online, dam promo dilakukan sendiri, dan semakin bersaing antata satu travel agen dengan travel agen lainnya.
 
"Kalau dulu beli tiket harus dengan cara cash. Tapi sejak ada kami cari praktisnya lewat online. Sudah bisa diakses sembarang orang, itu yang membuat bisnis ini kedepannya agak berat, terutama bagi yang merintis usaha," ujar  cewek kelahiran 19 Agustus 1984.
 
Meski pelayanan sudah ditingkatkan, namun memang belum memakai sistem akses 24 jam. Travel agen Turindo buka tiap hari pada pukul 7 pagi sampai 10 malam, namun kedepannya, Sania ingin membuka tiap hari. "Lokasi dan tempat kami belum siap untuk diberlakukan 24 jam. Selain itu karyawan juga masih terbatas, jadi kami tunda dulu sampai tahun depan," ucapnya.
 
Sania mengatakan banyak belajar dunia travel dari sang ayah Bonnie Soetedja, yang awalnya membuka usaha pada tahun 2002. Kini sang ayah menjadi  komisaris perusahaan dan dia sendiri sebagai Direktur. Namun kini semakin berat persaiangan, tidak seperti tahun 2002 yang dimana masih terdapat Simpati Air, yang sekarang sudah tutup. Makanya, Sania merasa harus lebih banyak belajar lagi untuk mendapat pengetahuan lengkap soal bisnis travellling. (*).
 

Penulis : Theresia Tuti Andayani     ||     Editor : Theresia Tuti Andayani

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 14.09  

0 komentar:

Poskan Komentar