“BP Migas minta Pemprovsu siapkan BUMD - Waspada Online”

Jumat, 13 Januari 2012

“BP Migas minta Pemprovsu siapkan BUMD - Waspada Online”


BP Migas minta Pemprovsu siapkan BUMD - Waspada Online

Posted: 13 Jan 2012 04:37 AM PST

WASPADA ONLINE

MEDAN - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) sarankan  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menampung  penyertaan modal hasil dari industri hulu migas di Sumut.

Penasehat Ahli Kepala BP Migas Bidang Pemerintahan Cornelia Oentarti mengatakan, setiap  Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang bergerak di bidang industri hulu migas wajib menawarkan  penyertaan modal sebesar 10% ke BUMD di daerah. Hal itu diatur sesuai dengan Peraturan  Pemerintah (PP) No 35/2004 mengenai Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, pasal 34.

"10 persen participating interest (penyertaan modal) wajib ditawarkan oleh kontraktor kepada  BUMD yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Sumut harus siapkan BUMDnya karena ada 10 K3S di  Sumut saat ini yang beberapa di antaranya sudah akan berproduksi," kata Cornelia ketika audiensi  di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro, Medan.

Tawaran tersebut harus sudah diberikan sejak disetujuinya rencana pengembangan lapangan yang  pertama kali akan diproduksikan dari suatu wilayah kerja. Jika tidak ditanggapi dengan cepat  oleh pemerintah daerah, maka dalam jangka waktu 60 hari sejak tanggal penawaran maka akan  dialihkan kepada perusahaan nasional.

Cornelia meminta agar K3S di Sumut terbuka terhadap informasi apapun dan sesegera mungkin  menyampaikan potensi produksi serta cadangan migas yang akan diproduksinya. Karena K3S sangat  membutuhkan peran pemerintah daerah. Apalagi jika terjadi permasalahan di kemudian hari baik itu  persoalan perizinan maupun masalah dengan masyarakat sekitar yang turun untuk memediasi justru  pemerintah provinsi. "Daerah harus mengetahui potensinya," sebutnya.

Selain peluang memiliki BUMD yang bergerak di bidang migas, daerah juga berpeluang memanfaatkan  ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk akomodasi perusahaan. Pemerintah daerah  bisa menjadi pemasok kebutuhan perusahaan. "Provinsi harus kejar ini untuk masuk di bisnis  migas," katanya.

General Manager (GM) PT Mosesa Petroleum Blok Tonga, Safar mengatakan, pengeboran minyak bumi di  Blok Tonga, Padanglawas sudah akan memasuki tahap produksi. Hanya tinggal menunggu izin rencana  pengembangan atau plan of development (POD) disetujui oleh Menteri ESDM. "Sudah kita tes dan  berhasil, sekarang minyaknya tinggal ngucur buka keran keluar," ujarnya.

Jika POD telah disetujui akhir Januari, diperkirakan sekitar enam minggu untuk persiapkan  peralatan produksi dan Maret sudah mulai diproduksi. Untuk sementara potensinya bisa diproduksi  1.000 barel perhari dan September mendatang bisa mencapai 2.400 barel perhari.

Dari hasil analisis diperkirakan produksi bisa dilakukan hingga 8 tahun.n Plt Gubsu Gatot Pujo  Nugroho mengatakan, Pemprovsu segera berkonsolidasi dengan jajarannya untuk menyikapi potensi  migas yang ada di Sumut, yang beberapa K3S sudah akan memasuki masa produksi. Diharapkan  nantinya bisa memberikan manfaat bagi daerah sekitar penambangan.

Gatot mewajibkan K3S di Sumut mengkomunikasikan secara terbuka tentang potensi dan cadangan  migas yang tersedia ke pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat tidak merasakan kekayaan alam  di daerahnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat15/wol/waspada)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 14.17  

0 komentar:

Poskan Komentar