“PEMANFAATAN LAHAN Bosowa Bidik Potensi Pertanian Kaltim - Suara Karya”

Minggu, 01 Januari 2012

“PEMANFAATAN LAHAN Bosowa Bidik Potensi Pertanian Kaltim - Suara Karya”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

PEMANFAATAN LAHAN Bosowa Bidik Potensi Pertanian Kaltim - Suara Karya

Posted: 01 Jan 2012 10:34 AM PST

PEMANFAATAN LAHAN
Bosowa Bidik Potensi Pertanian Kaltim

Senin, 2 Januari 2012

MAKASSAR (Suara Karya): Anak perusahaan Bosowa Group Makassar, PT Galung Loanna, tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengembangkan potensi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Keinginan pihak Bosowa Group ternyata disambut positif Pemprov Kaltim dan melakukan pertemuan pembahasan rencana kerja sama tersebut di Makassar, akhir pekan lalu, yang dihadiri langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal, dan Direktur PT Galung Loanna Surahman Saad.
Chief Bosowa Foundation Baharuddin Rachim mengatakan, perjanjian kerja sama yang dilakukan di Makassar itu tidak lepas dari keberhasilan PT Galung Loanna dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
"Untuk di Kaltim, pihak Pemprov menawarkan salah satu daerah di Kaltim, yakni Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau, sebagai lahan garapan pertanian yang luasnya mencapai 300.000 hektare," kata Bahar di Makassar, baru-baru ini.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Kaltim tidak hanya memiliki potensi tambang, tetapi juga memiliki potensi lahan pertanian yang cukup besar. Karena itu, kata Gubernur, pihaknya membuka peluang dan mendukung investor yang ingin membangun provinsi Kaltim. "Kita buka peluang seluas-luasnya bagi perusahaan dan badan usaha untuk bersama mengembangkan potensi yang dimiliki di Kaltim untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di Kaltim," ucapnya.
Seperti diketahui, Bosowa dan BRI Wilayah Makassar telah menjalin kerja pemberian kungan modal kerja usaha pertanian di Sulawesi Selatan. Dalam kerja sama tersebut, Bosowa bertindak sebagai pendamping dan penjamin pasar petan dalam pembudidayaan pertanian.
Selain itu, Bosowa juga menjadi penjamin pasar (off taker) yang siap membeli seluruh hasil-hasil panen petani sekaligus penjamin pinjaman para petani avalist. (Darwis Kusi)

Diposkan oleh iwan di 13.14  

0 komentar:

Poskan Komentar