“Potret Arogansi Citi Bank - Suara Merdeka CyberNews”

Selasa, 03 Januari 2012

“Potret Arogansi Citi Bank - Suara Merdeka CyberNews”


Potret Arogansi Citi Bank - Suara Merdeka CyberNews

Posted: 03 Jan 2012 10:07 AM PST

Bermula pada tahun 2000 saya buka usaha untuk menambah modal. Ada beberapa bank yang datang ke rumah menawari kartu kredit dan saya menyetujuinya.

Di perjalanan waktu, sekitar tahun 2010, ternyata usaha saya tidak semulus seperti rencana di angan-angan, karena banyak kendala dan rintangan. Hal ini  sudah tentu berimbas ke semua angsuran kartu kredit.
Hampir setiap hari, baik dari Citi Bank maupun Citi Finansial (mengaku bernama Simon dan Alex) menelepon maupun SMS ke saya, suami, anak, dan dan saudara yang bisa dihubungi. Penyampaian di telepon selalu dengan nada kasar, bentakan, hujatan dan makian. Melalui SMS selalu melakukan teror dengan ancaman.

Kinerja seperti itu sangat saya sayangkan. Sebagai petugas dan penagih pinjaman kami rasa tidak sepantasnya berbuat seperti itu. Sebagai karyawan bank tentunya harus profesional, bijak, santun, siap memotivasi nasabah yang sedang bermasalah.

Pinjaman Citi Bank maupun Citi Finansial tanggal 29 Januari 2010 dan 31 Januari 2010 sudah saya lunasi. Rencana waktu itu persoalan tersebut akan saya kasuskan, karena sudah masuk ranah hukum pidana. Namun saya keburu jatuh sakit dan opname cukup lama karena menjalani operasi di rumah sakit. Jadi tertunda sampai sekarang.
Dalam kurun waktu yang cukup lama, hampir 11 bulan, pihak Citi Bank group tidak mengirim surat bukti pelunasan.

Terkesan kinerjanya sangat lamban. Bulan Desember, saya minta tolong Bapak Muhamad Sodik (Customer Assistant Officer) Bagian Credit Operations untuk dibantu  mengurus surat bukti pelunasan. Dengan profesional beliau beserta tim datang ke rumah, memberikan layanan bagus dan sekarang surat bukti  pelunasan sudah saya terima.
Sehubungan dengan adanya kejadian pahit dan tidak bisa terlupakan seumur hidup dan sangat tidak nyaman untuk saya sekeluarga itu, mohon pada pimpinan, hal ini sebagai masukan supaya  tidak terjadi lagi pada nasabah yang lain.
 
Koesmijanti, SH
Jl Parang Sarpo IX/24
Tlogosari, Semarang

* * *

Penjelasan dari
Bank CIMB Niaga

Sehubungan dengan surat Ibu Dwi Sulistyani yang berjudul ''CIMB Niaga Mengecewakan'' (Suara Merdeka, 27 Desember 2011) dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Ibu Dwi Sulistyani atas layanan Bank CIMB Niaga.
Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Ibu Dwi Sulistyani guna menjelaskan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan.
Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

PT Bank CIMB Niaga Tbk
Harsya Denny Suryo
Corporate Secretary
Urine sebagai Obat
Menurut Fatwa MUI

Assalamuíalaikum. Wr. Wb. Setelah membaca Surat Pembaca 18 Desember 2011 mengenai "sehat dan perkasa dengan terapi urine dan 6 gelas air putih" yang menguatkan surat pembaca 1 November 2011 mengenai hal yang sama, "urine dapat meningkatkan stamina pria, menyembuhkan diabetes, darah tinggi/stroke, lemah jantung, migraine, asma, bronchitis, ginjal, wasir, dsb", Majelis Ulama Indonesia yang salah satu peran utamanya sebagai pembimbing dan pelayan umat, khususnya bimbingan dan pelayanan kehidupan beragama bagi umat Islam, merasa berkewajiban memberikan penjelasan hukum Islam berkaitan dengan terapi atau pengobatan penyakit dengan urine. Hal ini sebagai pedoman umat Islam.
Penjelasan tersebut dengan mengemukakan/memberitahukan adanya Fatwa MUI No. 2/MUNASVI/ MUI/ Th.2000 tentang penggunaan organ tubuh, ari-ari dan urine manusia bagi kepentingan obat-obatan dan kosmetika. Selengkapnya diktum Fatwa MUI sebagai berikut: Fatwa Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia tentang penggunaan organ tubuh, ari-ari, dan air seni manusia bagi kepentingan obat-obatan dan kosmetika.
1. Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan:
a. Penggunaan obat-obatan adalah mengonsumsinya sebagai pengobatan dan bukan menggunakan obat pada bagian luar tubuh;
b. Penggunaan air seni adalah meminumnya sebagai obat;
c. Penggunaan kosmetika adalah memakai alat kosmetika pada bagian luar tubuh dengan tujuan perawatan tubuh atau kulit agar tetap —atau menjadi— baik dan indah;
d. Dharurat adalah kondisi-kondisi keterdesakan yang bila tidak dilakukan akan dapat mengancam eksistensi jiwa manusia.
2. Penggunaan obat-obatan yang mengandung atau berasal dari bagian organ manusia (juzíul-insan) hukumnya adalah haram.
a. Penggunaan air seni manusia untuk pengobatan, seperti disebut pada butir 1.b hukumnya adalah haram.
b. Penggunaan kosmetika yang mengandung atau berasal dari bagian organ manusia hukumnya adalah haram.
c. Hal-hal tersebut pada butir b, c, dan d di atas boleh dilakukan dalam keadaan dharurat syaríiyah.
d. Menghimbau kepada semua pihak agar tidak memproduksi atau menggunakan obat-obatan atau kosmetika yang mengandung unsur bagian organ manusia, atau berobat dengan air seni manusia.
e. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, mengimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini. Ditetapkan di Jakarta, 27 Rabiíul Akhir 1421 H, 30 Juli 2000 M.
Dengan mengacu pada Fatwa MUI tersebut, dapat ditegaskan bahwa kebolehan menggunakan urine untuk pengobatan hanya pada saat keadaan dharurat syar'iyah, artinya keadaan terpaksa dengan ketentuan: 1). Ada petunjuk dari dokter spesialis muslim, dan 2). Tidak ada obat lain selain urine. Demikian, semoga pemberitahuan Fatwa MUI ini dapat menjadi pedoman umat Islam.

Komisi Fatwa MUI Jateng
Sekretaris Umum
Ahmad Rofiq (/)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 14.07  

0 komentar:

Poskan Komentar