“Kritik dan apresiasi untuk Tugu "count down" PON Riau - ANTARA”

Minggu, 12 Februari 2012

“Kritik dan apresiasi untuk Tugu "count down" PON Riau - ANTARA”


Kritik dan apresiasi untuk Tugu "count down" PON Riau - ANTARA

Posted: 12 Feb 2012 10:37 AM PST

Pekanbaru (ANTARA News) - Sepenggal kritik kurang menyenangkan untuk tugu hitungan mundur atau "count down" di Jalan Cut Nyak Dhien atau antara Kantor Gubenur Riau dan Perpustakaan Daerah terkuak dari mulut sejumlah warga Pekanbaru, Minggu malam.

Namun beberapa warga juga ada yang memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah mengingat lokasi tersebut akhirnya dibuka untuk umum dan para pedagang dapat membuka lapak dengan tertib di kawasan yang kini, setiap malamnya itu padat pengunjung.

"Namanya kecewa pasti ada, karena tugu hitungan mundur ini, jam digitalnya nggak lagi berfungsi. Sudah sejak lama, sekitar dua bulan ini kalau saya lihat," kata warga Pekanbaru yang berdagang di sekitar taman tugu "count down", Arya Budi Laksamana (28).

Ungkapan mengkritik juga terucap oleh sejumlah pengunjung taman rekreasi dadakan tugu "count down" yang buka hanya malam hari itu, seperti kata Ica Puspita (21).

Mahasiswi Universitas Riau (UR) ini menuding pemerintah daerah tidak serius dalam menyelesaikan segala proyek penunjang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII 2012 yang akan berlangsung tidak lama lagi.

"Kita khawatir juga, bisa-bisa PON di Riau gagal. Segala bangunan penunjang saja tidak bisa dikerjakan dan dirawat dengan baik, bagaimana penyelenggaraannya?" ujar dia.

Kendati demikian, Ica tetap memberikan sepenggal pernyataan apresiasi untuk Pemda Riau yang sukses memberikan ruang usaha bagi warga `kota bertuah`, khususnya mereka yang dari kalangan kurang mapan.

"Ya, meski tugu hitungan mundur PON rusak tak terawat, yang jelas masyarakat tetap saja senang karena di sekitar tugu ini menjadi lokasi rekreasi malam dimana banyak pedagang kecil yang berjualan, warga pun senang," katanya.

Kuras Rp1 Miliar

Tugu "count down" PON XVIII Riau tahun 2012 yang diresmikan sejak empat bulan lalu, atau tepatnya sejak awal November 2011 silam, diakui legislator dan eksekutif sebelumnya telah menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau sebesar Rp1 miliar lebih.

Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Indra Isnaini sempat menyatakan dana sebesar itu tidak lah sesuai dengan kondisi proyek yang menurutnya `amburadul`.

Pembangunan "tugu miliarder" itu menurut Indra, juga merupakan sebuah pembohongan publik oleh pihak eksekutif.

"Sebelum dibangun, pemerintah selalu menggembar-gemborkan kalau dananya adalah dari pihak ketiga atau sponsor bukan APBD. Tapi pada kenyataannya, uang rakyat juga yang digunakan untuk itu," ujarnya.

Politisi Partai PKS ini juga mengatakan bahwa banyak legislator mencurigai asal dana untuk pembangunan tugu "count down".

Hal itu menurut dia, disebabkan Komisi D DPRD Riau yang membidangi olahraga tidak pernah melakukan pembahasan terkait pembangunan tugu "count down" yang akhirnya menelan uang rakyat hingga miliaran rupiah itu.

"Itu sebabnya, pembangunan tugu ini penuh dengan kebohongan. Tidak tahu ada apa dibalik itu semua, karena yang jelas tugu itu selama ini tidak juga optimal," katanya. (FZR)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.34  

0 komentar:

Poskan Komentar