“Petral Buka-bukaan soal Tender”

Kamis, 23 Februari 2012

“Petral Buka-bukaan soal Tender”


Petral Buka-bukaan soal Tender

Posted: 23 Feb 2012 12:11 PM PST


Petral menunjukkan proses tender secara langsung dan transparan kepada sejumlah wartawan dari berbagai media nasional yang diundang ke kantornya di Kawasan Orchard, Singapura,kemarin.Dalam kesempatan itu, media diperlihatkan proses tender minyak mentah sebanyak 4–6 kargo atau sekitar 2,4–3,4 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan Mei 2012. "Siapa pun yang mampu boleh ikut tender, sehingga kami bisa memilih penawar dengan harga terbaik," jelas Presiden Direktur Petral Nawazir di Singapura kemarin.

Dalam tender untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah Mei 2012 itu,Petral mengundang sebanyak 52 perusahaan yang memang sudah terdaftar sebagai rekanan. Undangan tender yang disampaikan melalui surat elektronik pada 20 Februari itu,ditutup pada Kamis pukul 13.00 waktu Singapura. Dari hasil tender yang dilakukan tersebut, sebanyak 13 rekanan memasukkan penawaran dengan total 33 kargo. Hasil tender Petral tersebut selanjutnya diserahkan ke tim Direktorat Pengolahan Pertamina untuk ditetapkan pemenangnya. Nawazir mengatakan, Pertamina memiliki 53 rekanan impor minyak mentah, dan 30 rekanan impor BBM.

Di antaranya adalah BP, Shell, Chevron, ENI, ExxonMobil, StatOil,Total Trading, PTT Thailand, dan Itochu. "Bagaimana kami bisa mengatur tender yang diikuti perusahaan-perusahaan kelas dunia itu?" katanya.Petral, tegas dia,tidak menentukan harga, melainkan sistem. Berkat sistem itu, imbuh dia, pada 2011 Petral membukukan efisiensi impor BBM senilai USD283 atau Rp2,6 triliun, karena realisasi harga impornya di bawah harga pasar. Sebelumnya, isu mafia impor minyak kembali menyeruak di dalam negeri.

Bahkan, akibat isu tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengusulkan pembubaran Petral. Isu miring yang kerap menerpa Petral menurutnya mengganggu citra Pertamina. Petral kerap dinilai sulit dikontrol dan digunakan untuk menguntungkan orang-orang tertentu melalui transaksi yang dibuatnya. Sebanyak 67% pasokan minyak mentah Pertamina berasal dari domestik 67%, 13% dari Saudi Aramco,dan sekitar 20% diimpor melalui Petral.

Terkait dengan itu, Head of Trading Petral Bambang Irianto mengatakan, pihaknya selalu menjaga integritas dan tidak bisa diintervensi.Nawazir menambahkan, keberadaan Petral di Singapura dikarenakan negara itu adalah pusat perdagangan minyak di kawasan Asia-Pasifik. "Seluruh perusahaan besar seperti BP, Chevron, Shell, ExxonMobil, Eni, Petronas, Petrobas, PTT, dan Total SA berkantor di sini ," paparnya. Selain itu, lanjutnya,Petral menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang mendapat keistimewaan pajak perusahaan di Singapura, yakni hanya 5%.

Perusahaan lain di Singapura, kata dia,ada yang dikenai pajak 17,5% dan 10%. "Bahkan, kalau di Indonesia (pajaknya) antara 20-25%," katanya. Salah satu syarat mendapat pajak 5% di Singapura, jelas Nawazir, adalah menerapkan tata kelola perusahaan sesuai standar internasional. Sementara,Juru Bicara Pertamina M Harun mengatakan, selain sebagai trader, Petral juga berfungsi sebagai intelijen pasar bagi Pertamina. Peran itu penting karena Indonesia tidak bisa lepas dari impor BBM dan minyak mentah mengingat produksi dalam negeri yang tidak mencukupi.

Melalui perusahaan ini, Pertamina bisa memperoleh minyak dan BBM dengan harga terbaik dan menguntungkan. Pada 2011 Petral telah membukukan laba bersih USD47,5 juta atau naik 53% dibandingkan 2010. Selama tahun lalu Petral merealisasikan volume perdagangan minyak mentah dan produk sebanyak 266,42 juta barel. Perdagangan minyak mentah Petral mencapai 65,74 juta barel atau rata-rata 180.000 barel per hari, sedangkan perdagangan produk 200,68 juta barel atau rata-rata sekitar 550.000 barel per hari.●

Laporan Wartawan SINDO
NANANG WIJAYANTO
Singapura

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar