“The Container Grill, Rasa Khas dari Restoran Peti Kemas - KOMPAS.com”

Kamis, 15 Maret 2012

“The Container Grill, Rasa Khas dari Restoran Peti Kemas - KOMPAS.com”


The Container Grill, Rasa Khas dari Restoran Peti Kemas - KOMPAS.com

Posted: 15 Mar 2012 09:03 AM PDT

GADING SERPONG, KOMPAS.com - Peti kemas yang sering digunakan untuk truk itu bisa bermanfaat sebagai rumah makan yang nyaman dan inspiratif. Begitulah desain The Container Grill, sebuah restoran yang berada satu grup usaha dengan Mister Baso dan Rice Bowl dalam kelompok Dwiputra Group.

Ide membuat restoran ini dimulai ketika pemiliknya, Paul Gondokusumo, berkuliah di luar negeri. Waktu itu ia melihat ada toko sepatu yang menggunakan peti kemas sebagai "cangkang" toko. Begitu pulang ke Tanah Air, keinginan itu direalisasikan menjadi sebuah restoran.

Peti kemas berukuran 2x6 meter dan 2x12 meter disulap menjadi ruang makan berdesain minimalis. Kotak besi itu diisi dengan dua meja dari kayu trembesi yang pas untuk makan delapan orang. Dinding logam di bagian dalam dilapis dengan papan kayu jati belanda. Lantainya juga berbahan kayu.

Sambil menyantap hidangan, pengunjung juga bisa menikmati suasana jalan sekitar restoran melalui dinding kaca transparan di salah satu sisi ruang. O ya, bisa juga sambil berinternet dengan fasilitas wi-fi.

Kamar mandinya juga unik. Ruangan ini juga dibuat di dalam peti kemas. Wastafelnya berupa tong besi yang dicat merah dan diberi wadah tempat cuci tangan.

Oke, itu tadi soal desain interiornya. Bagaimana dengan makanannya?

Seperti namanya, restoran ini menyajikan aneka masakan daging sapi, ayam, ataupun salmon panggang. Salah satunya adalah grilled tenderloin. Chef Deden Harmaen berbagi sedikit ilmu untuk mengolah grilled tenderloin ala The Container Grill (TCG). Daging sapi itu dipanggang menggunakan herb spicy atau powder stick. "Untuk powder stick-nya dibuat sendiri dan tidak diperjualbelikan," ujar Deden. Ini yang membuat rasanya menjadi khas.

Waktu yang dibutuhkan untuk satu buah grilled tenderloin sekitar 10 menit. Setiap 4 menit, posisi daging diubah agar powder stick bisa meresap secara maksimal ke dalam daging. Sambil menunggu daging matang atau setengah matang sesuai pesanan, Deden meracik makanan pendamping, seperti cream off spinach dan mac and cheese.

Sambil menikmati grilled tanderloin, tidak lengkap jika tidak minum yang segar-segar. Mujiwati selaku Manager TCG rupanya meramu TCG fresh energy. Ini minuman yang berisikan mocktail yang dicampur dengan empat macam buah, yaitu jeruk sunkist, pisang, stroberi, dan leci.

Ingin mencicipi dan menikmati suasana di sini? Silakan mampir ke Paramount Rodeo Kav. 22, Lantai 2, tak jauh dari Hypermart dan Summarecon Mal Serpong, Gading Serpong. Restoran ini buka setiap hari pukul 09.00-22.00. "Kalau weekend kita buka sampai jam dua subuh dan mulai tanggal 18 (Maret), kita ada live acustic outdoor," kata Mujiwati. (BERNADETTE SELVIA / DIAN MAHARANI)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.57  

0 komentar:

Poskan Komentar