“Jadi Ajang Judi, Warga Dua Desa di Rohul Minta Tempat Bilyar Ditutup - Riau Terkini”

Rabu, 14 Maret 2012

“Jadi Ajang Judi, Warga Dua Desa di Rohul Minta Tempat Bilyar Ditutup - Riau Terkini”


Jadi Ajang Judi, Warga Dua Desa di Rohul Minta Tempat Bilyar Ditutup - Riau Terkini

Posted: 14 Mar 2012 04:02 AM PDT

Rabu, 14 Maret 2012 18:01
Jadi Ajang Judi,
Warga Dua Desa di Rohul Minta Tempat Bilyar Ditutup

Warga dua desa di Kecamatan Rambah menyurati Satpol PP Rohul. Mereka minta tempat usaha bilyar ditutup karena menjadi ajang judi. Meresahkan!

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Masyarakat Jalan Gaharu, RW 03 Dusun Pasir Putih Barat, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, serta warga Desa Rokan Timur Kecamatan Rokan IV Koto Layangkan surat tertulis kepada Satpol PP Kabupaten Rokan Hulu untuk menertibkan usaha bilyard berkedok judi di daerahnya.

Dalam surat protesnya resmi tindaklanjut Camat Rambah Arie Gunadi, tertanggal 6 Januari 2012, serta surat penolakan kebedaraan usaha bilyard tetanggal 20 Januari 2012 lalu, disertai penyataan resmi dari 132 warga Jalan Gaharu, Desa Pematang Berangan.

Surat dari masyarakat Desa Rokan Timur sendiri, ditandatangani Kades Rokan Timur Elfisri. Dalam suratnya itu, masyarakat mengaku keberatan beroperasinya usaha bilyard di daerahnya yang diduga ditunggangi perjudian, seperti di Dusun II Sukamulya II C milik Parjan dan Sunardi.

Dua surat tertulis dari masyarakat dua desa yang sampai di Kantor Satpol PP Rohul itu, masyarakat meng-inginkan agar keberadaan bilyard ditutup, sebab keberadaannya sangat meresahkan.

Kepala Tata Usaha (KTU) Satpol PP Minarli, membenarkan dua surat permintaan masyarakat untuk penutupan usaha bilyard di dua desa telah sampai ke pihaknya, tapi dia belum bersedia berkomentar.

"Surat itu akan disampaikan dulu ke Kepala Satpol PP (Roy Roberto.red), nanti beliau yang mengambil kebijakan," katanya singkat kepada wartawan di Pasirpangaraian.

Informasi di sejumlah masyarakat, sekarang ini judi berkedok bilyard semakin marak. Usaha itu buka saja ada di kawasan pedesaan, tapi terus merambah ke kawasan Pasirpangaraian.

Keberadaan bilyard, ungkap masyarakat dimodali warga Tionghwa dari luar daerah, namun karena usaha dibekingi seorang oknum Perwira Polisi berpangkat AKP di Polres Rohul, usaha tersebut tumbuh subur.***(zal)


Beri tanggapan | Baca tanggapan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.09  

0 komentar:

Poskan Komentar