“Aturan Jam Buka Minimarket di Depok Mulai Diberlakukan”

Senin, 02 April 2012

“Aturan Jam Buka Minimarket di Depok Mulai Diberlakukan”


Aturan Jam Buka Minimarket di Depok Mulai Diberlakukan

Posted: 01 Apr 2012 09:44 PM PDT

Aturan Jam Buka Minimarket di Depok Mulai Diberlakukan

Andy Riza Hidayat | Robert Adhi Ksp | Senin, 2 April 2012 | 11:35 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, mulai memberlakukan aturan mengenai jam buka minimarket. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

Dalam ketentuan itu minimarket hanya boleh buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00. Tidak boleh ada minimarket di Depok yang buka selama 24 jam.

Dalam ketentuan itu minimarket hanya boleh buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00. Tidak boleh ada minimarket di Depok yang buka selama 24 jam.     

"Kami sudah mengirim edaran mengenai aturan itu. Sosialisasi ke pengelola juga sudah. Tinggal pelaksanaannya saja. Setelah itu, jika ada yang melanggar ketentuan Perda, akan berlaku ketentuan mengenai sanksi," tutur Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Reni Siti Nuraini kepada Kompas, Senin (2/4/2012).     

Surat Pemkot Depok yang diedarkan kepada seluruh pengelola minimarket tersebut belum ada yang merespons. Jika menurut pengelola masih perlu sosialisasi lagi, Pemkot Depok akan melakukannya. Menurut Reni, hal yang penting dari ketentuan ini adalah perlindungan kepada pelaku usaha kecil. Dengan pembatasan jam operasional minimarket, diharapkan pelaku usaha kecil dapat mengembangkan usahanya.     

Saat ini di Depok terdapat 315 minimarket yang tersebar di 11 kecamatan. Namun, dari jumlah itu, baru 205 minimarket yang memiliki tanda daftar perusahaan. Selebihnya, belum melengkapi perizinan sebagai minimarket. Izin yang dimaksud, antara lain, surat izin usaha perdagangan, izin usaha toko modern, dan izin gangguan.     

"Yang tidak melengkapi perizinan seharusnya mendapatkan sanksi. Kami sedang menertibkan keberadaan mereka," kata Reni.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.13  

0 komentar:

Poskan Komentar