“Kemenakertrans Garap Food Estate 30.000 Hektare - Liputan6.com”

Sabtu, 05 Mei 2012

“Kemenakertrans Garap Food Estate 30.000 Hektare - Liputan6.com”


Kemenakertrans Garap Food Estate 30.000 Hektare - Liputan6.com

Posted: 05 May 2012 07:29 AM PDT

Liputan6.com, Jakarta: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) kini mulai membangun dan mengembangkan lahan pertanian food estate. Lahan ini digunakan untuk mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional seluas 30.000 hektare di kawasan Delta Kayan, Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salim Batu, Bulungan, Kalimantan Timur.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyebutkan, wilayah Delta Kayan yang memiliki potensial areal seluas 30.000 hektare di dalamnya terdapat lokasi permukiman transmigrasi Tanjung Buka Satuan Pemukiman (SP) 1 hingga SP 8. Saat ini, sudah terdapat 1.200 Kepala Keluarga (KK) yang ditempatkan di kawasan transmigrasi Tanjung Buka. Nantinya akan ditambah sebanyak 550 KK untuk penempatan 2012.

Dalam hal ini, pemerintah provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan dukungan dana untuk pembangunan rumah dan fasilitas perpindahan bagi transmigran asal Jawa Timur sebanyak 220 KK. Mereka akan ditempatkan di Tanjung Buka SP 5.

Pembangunan permukiman transmigrasi SP 5 yang merupakan kerjasama dengan Pemprov Jawa Timur juga turut menggandeng PT Sang Hyang Sri (PT. SHS), PT Agro Mandiri Kencana (Mi Won Indonesia) dan PT Nusa Agro Mandiri (Solaria). "Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat juga akan menyusul untuk bekerjasama dengan Pemprov Kaltim serta ikut berpartisipasi dalam program ini," lanjut Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (5/5).

Pengembangan lahan di SP 7 yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 18,2 miliar ditandai pembukaan secara simbolis dengan penyerahan chainsaw kepada perwakilan penduduk yang dilakukan Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KTrans) Kemenakertrans Jamaluddien Malik.

Selain itu, turut dilakukan penyerahan sertifikat Satuan Pemukiman (SP) 7 Tanjung Buka meliputi 750 bidang lahan bagi 250 KK. Setiap KK mendapatkan Lahan Perkarangan (0,25 hektare), Lahan Usaha I (0,75 hektare), dan Lahan Usaha II (1 hektare).

"Pengembangan Food Estate di kawasan Delta Kayan ini akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah di kawasan transmigrasi setempat," jelas Jamaluddien saat kunjungan kerja di Tanjung Buka, Jumat sore kemarin.

Jamaluddien Malik mengatakan, uji coba pembukaan lahan pangan ini masih merupakan tahap awal. "Ini masih tahap awal. Sehingga, pembukaan lahan pangan ini masih dalam tahap uji coba," ungkap Jamaluddien.

Dijelaskan, dalam proses pembukaan lahan pangan tahap awal ini, luasnya baru sekitar 60 hektare. Padahal, total luas lahan yang perlu digarap Solaria itu mencapai 1.900 - 2.000 hektare. "Maka dari itu, ini masih memerlukan proses yang cukup lama. Apalagi ini juga masih terbilang baru, dimulai sekitar bulan Februari 2012 lalu," tukasnya.

Jamaluddien yang didampingi Bupati Bulungan Budiman Arifin juga menambahkan, lahan uji coba garapan Solaria ini bisa menghasilkan gabah lebih dari enam ton gabah kering panen (GKP).

Hasilnya, lanjut Jamaluddien, tentunya untuk bahan pangan di wilayah transmigrasi setempat. "Meskipun masih uji coba, ini diprediksikan bisa menghasilkan lebih dari 6 ton GKP. Cukup banyak jika dijadikan bahan pasokan pangan di wilayah transmigrasi di sini," imbuhnya.

Diterangkan, jenis padi yang ditanam di lahan uji coba pangan ini cukup bervariasi. Bahkan, untuk cara atau mekanisme penananamannya pun menggunakan sistem tebar bibit. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena ini masih dalam tahap uji coba dan masih dalam proses penelitian.

"Kita tentunya harus menggandeng beberapa kementerian untuk mengembangkan masalah ini. Contohnya, kita menggandeng Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pembuatan saluran irigasi. Selain itu, untuk pembuatan kanal-kanal sungai di sekitar food estate juga kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Karena kalau semua dilakukan oleh Kemenakertrans, anggarannya terbatas," tukasnya.

Sementara mengenai pengembangan lahan, Jamaluddien menerangkan hal ini dilakukan mengantisipasi adanya ramalan krisis pangan yang akan menimpa beberapa negara, termasuk Indonesia di mana selama lima tahun terakhir selalu mengimpor beras sekitar 1 juta ton/tahun. Hal ini disebabkan laju pertumbuhan penduduk tak seimbang dengan laju pertumbuhan pangan. Dengan begitu, maka salah satu provinsi yang mendukung program pangan nasional adalah Kalimantan Timur.

Untuk diketahui, secara riil luas panen padi di Kabupaten Bulungan pada tahun 2012 sebesar 19.238 hektar yang terdiri 9.656 hektar padi sawah dan 9.582 hektar padi ladang. Angka tersebut mengalami penambahan sebesar 22,90 persen dibandingkan tahun 2009 atau sebesar 3.585 hektar. Sedangkan hasil produksi padi, tahun 2010 mengalami peningkatan, yakni dari 51.193 ton menjadi 61.112 ton.(AIS)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 13.29  

0 komentar:

Poskan Komentar