“EKSPANSI PERBANKAN: Mandiri buka kantor kas baru”

Senin, 09 Juli 2012

“EKSPANSI PERBANKAN: Mandiri buka kantor kas baru”


EKSPANSI PERBANKAN: Mandiri buka kantor kas baru

Posted: 09 Jul 2012 11:40 AM PDT

MALANG: Bank Mandiri Area Malang memperkuat jaringan pendanaan dan kredit dengan membuka empat enam kantos kas dan dua business banking centre (BBC) sampai semester I/2012 untuk percepat penghimpunan dana pihak ke tiga (DPK) dan penyaluran kredit.

Area Manager Bank Mandiri Malang Ketut Suarsa, mengatakan dengan dibukanya kantor-kantor kas baru tersebut maka tidak ada lagi daerah di wilayah pelayanan Bank Mandiri Area Malang yang tidak terlayani bank tersebut.

"Ibaratnya sudah tidak ada blank spot lagi. Setiap kantor kas kami targetkan dapat menghimpun DPK sebesar Rp40 miliar," kata Ketut Suarsa di Malang, Senin (9/7).

Enam Kantor Kas Bank Mandiri baru tersebut berada di Magetan, Ngunut, Kab. Tulungagung;  Caruban, Kab. Madiun;  Jl Sutoyo dan Kec. Sukun, Kota Malang, serta Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang.

Sedangkan dua BBC berada di Madiun dan di Jl Sutoyo Kota Malang. "BBC di Kota Malang sebenarnya peningkatkan status dari Business Banking Floor."

Dengan penguatan jaringan tersebut, menurut dia, maka diharapkan ekspansi kredit maupun penghimpunan DPK bisa lebih dipacu. DPK perlu diperkuat karena penyaluran kredit Bank Mandiri Area Malang sampai semester I/2012 cukup besar.

Sampai akhir Juni 2012, menurut dia, penyaluran kredit bank tersebut sudah mencapai Rp3,8 triliun atau tumbuh 12% dari posisi akhir Desember 2011 yang mencapai Rp2,3 triliun.

Sedangkan untuk penghimpunan DPK, sampai semester I/2012 mencapai Rp4 triliun dan target sampai akhir tahun sebesar Rp5,6 triliun. Dengan demikian, maka pihaknya perlu bekerja ekstra keras untuk mencapai target tersebut.

Cara yang bisa ditempuh untuk menggenjot penghimpunan DPK a.l lewat memperkuat jaringan pendanaan dengan membuka kantor-kantor kas baru serta meningkatkan transaksi bisnis.

Lewat transaksi bisnis, maka dana yang diharapkan dapat dihimpun berasal dari kalangan pebisnis yang aktif. Dengan begitu, maka dana yang digunakan transaksi bisnis merupakan dana yang produktif. Konsekwensi, mereka akan menempatkan dana di Mandiri agar transaksi bisnisnya lancar.

Selain itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk menempatkan lewat tabungan. Dengan demikian, maka dana yang dihimpun diharapkan dari dana murah.

"Kami memang berusaha mengurangi penghimpunan dana mahal, deposito dan memperbesar penghimpunan dana murah, tabungan. Prooorsi tabungan dari DPK kami sekarang ini sudah mencapai 67%."

Produk tabungan yang digenjot a.l Tabungan Bisnis Mandiri. Nasabah dari produk tersebut diharapkan dari terutama kalangan pebisnis. Pertimbangan, produk memang didesain untuk mereka.

Lewat produk tersebut, maka nasabah dapat memperoleh bunga harian serta bisa melihat rincian saldo. Layanan tersebut bisa lewat print out, bisa pula lewat layanan internet.

Terkait dengan penyaluran kredit, dari Rp3,8 triliun itu sebagian besar disalurkan ke korporasi sebesar Rp1,4 triliun atau 36,63%, usaha kecil dan menengah (UKM) Rp703,1 miliar (18,12%), mikro Rp648,5 miliar (16,71%), komersial Rp640,5 miliar (16,50%), konsumer Rp464,5 miliar (12,05%). "NPL kami hanya sekitar 0,5%."(K24/Bsi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.47  

0 komentar:

Poskan Komentar