“Bebek Bakar Merindu - Rakyat Kalbar”

Senin, 27 Agustus 2012

“Bebek Bakar Merindu - Rakyat Kalbar”


Bebek Bakar Merindu - Rakyat Kalbar

Posted: 27 Aug 2012 10:16 AM PDT

Mengalami kegagalan dua kali di bisnis kuliner angkringan dan Japanese food menjadi jalan sukses Tri Yogo Utomo membangun bisnis kuliner bebek. Mengusung brand Bebek Bakar Merindu, kini bisnis kulinernya terus berkembang dan kian ramai pelanggannya.

Sebelum memilih usaha kuliner bebek, Theo, sapaan akrabnya, memulai usaha kulinernya pada tahun 2011.

"Mulai usaha kuliner dari tahun kemarin, tepatnya bulan puasa tahun lalu, awalnya dengan modal seadanya buka angkringan, cuma sewa halaman parkir White House seberang Megamal," kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Sekitar dua bulan berjalan, dari keuntungan angkiran itu ia coba mengembangkan usaha kuliner lainnya. Bergabung dengan temannya, Theo membuka Japanese food di Jalan Podomoro.

Namun sekitar empat bulan berjalan, akhirnya usaha angkringan gulung tikar. Penyebabnya dikarenakan usahanya terlalu berpatokan pada cuaca. Jadi kalau hujan tidak buka. Dan pada saat itu pas musim hujan sampai akhir tahun. Lebih parah lagi dengan katsunya. Gulung tikar karena sistemnya yang salah.

"Nah dari dua pengalaman itu mulai berani buka yang lebih besar, dengan modal pinjam bank," kata pemuda 23 tahun ini.

Prepare opening dari bulan Mei dan baru bisa openingnya 18 Juli lalu.

Menurut Theo mengapa ia memilih usaha kuliner mungkin karena dari orang tua juga. Terkadang, orang tuanya suka menerima pesanan katering acara pernikahan keluarga dan orang dekat. Soalnya memang bukan usaha yang difokuskan. Dan pilihannya di kuliner bebek dikarenakan di Pontianak masih sepi resto dengan konsep bebek.

Soal pemilihan nama Bebek Bakar Merindu, Theo punya alasan tersendiri. "Sebenarnya namanya bebek bakar merindu disingkat BBM. Nah, biar mudah diingat saja pakai istilah BBM. Dan dimasukin kata 'merindu' biar sedikit nyentil di telinga konsumen," ungkapnya

Jika ingin coba menikmati nikmati Bebek Bakar Merindu, banyak menu yang disediakan. Tak hanya bebek, menu ayam juga ada. Menu andalan yang harus dicoba adalah bebek rindu membara, bebek rindu melepuh, bebek rindu manis manja.

Ayam juga begitu. Ada ayam rindu membara, ayam rindu melepuh, dan ayam rindu manis manja. Dari namanya saja sudah menggugah selera. Apalagi rasanya.

Dan di antara menu yang ada, yang paling banyak minat konsumen itu bebek rindu membara dan ayam manis manja. Soal harga, semuanya terjangkau. Sesuai mottonya Rasa Gedongan Harga Lamongan. Harga untuk semua menu ayam Rp 16 ribu, bebek Rp 25 ribu,

Bebek Bakar Merindu buka setiap hari dari jam 10.00 pagi sampai 23.00. Bagi yang ingin layanan pesan antar maupun katering BBM juga melayani. Alamat Jalan Jend Urip No 83 (depan SMP 1) atau bisa menghubungi langsung di nomor 085750466936.

Hampir dua bulan berjalan, usaha kuliner BBM terus mendapat tempat tersendiri di kalangan konsumen. Konsumen yang datang di luar ekspektasi. Konsumen juga sering memberi masukan buat BBM ke depannya sehingga kian berkembang.

Untuk menciptakan daya saing, yang paling penting adalah soal rasa dan inovasi di menu. Demikian pula pelayanan juga diperhatikan. Khawatirnya konsumen tidak betah dengan pelayanannya.

Istimewanya BBM dibandingkan usaha serupa adalah soal harganya. "Harganya yang istimewa, seperti slogan kita Rasa Gedongan, Harga Lamongan," ujar Theo

Soal promo, saat ini BBM masih dipromosikan via online seperti broadcast, media sosial Twitter dan Facebook.

"Kita belum sebar flyer atau promo lainnya kayak radio dan koran. Belum ada biaya kemarin," tuturnya. (*)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.48  

0 komentar:

Poskan Komentar