“Buka Puasa Bersama: Pedagang Jamu Asal Solo Puas Dipimpin Fauzi Bowo”

Senin, 13 Agustus 2012

“Buka Puasa Bersama: Pedagang Jamu Asal Solo Puas Dipimpin Fauzi Bowo”


Buka Puasa Bersama: Pedagang Jamu Asal Solo Puas Dipimpin Fauzi Bowo

Posted: 13 Aug 2012 06:08 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 30 pedagang jamu gendong, menghadiri acara buka puasa bersama dengan istri Gubernur DKI Jakarta, Sri Hartati Fauzi Bowo, di Jalan Taman Suropati no.7, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2012). Puluhan tukang jamu ini merasa gembira, Gubernur dan istrinya mempunyai perhatian kepada mereka sebagai rakyat kecil.

"Terima kasih kepada ibu gubernur yang mau bersedia mengundang dan bertemu dengan kami, rakyat kecil dan berbuka puasa bersama," kata Ketua Kelompok Jamu Gendong Lestari Lasmi, Senin (13/8/2012).

Lasmi melanjutkan, selama ini Sri Hartati Fauzi Bowo dikenal merupakan orang yang mempunyai perhatian besar terhadap kelompok jamu gendong, dan masyarakat kecil lainnya. Salah satu contoh adalah, istri Gubernur DKI Jakarta itu sangat membantu saat anggota Kelompok Jamu Gendong hendak mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

"Kebetulan ada teman yang sakit, kami uruskan SKTM, kami dengan mudah mendapatkannya. Karena itu saat ini kami datang juga ingin mengucapkan terima kasih, semua anggota kami mempunyai KTP DKI Jakarta, meski asal kami dari Solo. Bahkan ada yang memilih menunda pulang kampung karena mau bertemu dengan Tatiek Bowo," jelas Lasmi.

Selain berharap Fauzi Bowo bisa kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, kelompok penjual jamu ini juga berharap Gubernur DKI Jakarta bisa memberikan bantuan sepeda bagi semua anggota kelompok penjual jamu, untuk membantu kelancaran usaha mereka.

Menurut Lasmi, beberapa anggota kelompok ini mengaku mengalami peningkatan omset sejak diberikan sepeda oleh Fauzi Bowo. Sebab dengan mengunakan sepeda mereka bisa membawa banyak botol jamu, dibanding jika hanya mengunakan bakul jamu.

"Saya mewakili teman-teman yang lain mengharapkan, bapak gubernur dapat memberikan sepeda kepada penjual jamu gendong yang tergabung dalam kelompok jamu gendong Lestari. Supaya kami bisa berjualan lebih banyak," ujar perempuan yang pernah menjadi Ratu Jamu Gendong dan Penjual Jamu Gendong Teladan tingkat nasional.

Lasmi menambahkan ia telah menjadi penjual jamu gendong selama 25 tahun meneruskan usaha uag telah dimulai nenek dan ibunya. Sekarang, anaknya juga meneruskan usaha jamu gendong dan telahg menjadi duta jamu gendong.

"Saya asli dari Sukoharjo, Solo. Tapi saya tidak diberikan kesulitan untuk berusaha jamu gendong di Jakarta. Justru saya dibina dan diberikan bantuan sehingga usaha saya dan teman-teman manjadi lebih maju," tandasnya.[bay]

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.25  

0 komentar:

Poskan Komentar