“Ibu Wagub Itu Awalnya Karyawan PT”

Selasa, 07 Agustus 2012

“Ibu Wagub Itu Awalnya Karyawan PT”


Ibu Wagub Itu Awalnya Karyawan PT

Posted: 07 Aug 2012 12:56 PM PDT

Keterpanggilan jiwanya untuk melayani

masyarakat, mendorongnya dirinya menggeluti

dunia politik. Bicara harta, keterlibatannya masuk

dunia politik, bukan alasan untuk meningkatkan

perekonomiannya, karena secara ekonomi

keluarganya sudah mapan. Komitmen yang

terbenam dalam batinnya untuk membantu

masyarakat meraih impian dalam kehidupan lebih

baik, menguatkan dunia politik yang penuh

tantangan.

Dia adalah, istri DR HM Soerya Respationo, SH, MH,

Wakil Gubernur Kepri, Dra Hj Rekaveny Soerya.

Rekaveny bersedia menerima Tanjungpinang Pos

dan berbagi cerita tentang masa lalu, masa kini dan

harapannya dimasa depan.

Mengawali penuturannya, perempuan kelahiran,

Jakarta pada 7 Juli 1964 ini, mengaku kalau dia ke

Batam, bukan secara kebetulan. Sejak awal sudah

diniatkan untuk membangun keluarga dan

menjalani kehidupan di kota yang berdekatan

dengan Singapura ini.

Ibu empat anak ini memasuki Batam sekitar tahun

1990-an, menyusul suaminya yang sudah lebih dulu

meniti kehidupan di Batam. Sebelum Soerya ke

Batam sekitar tahun 1980-an, keduanya sudah

menikah. Namun, Soerya memilih berangkat dulu

ke Batam, dan kemudian, Veny menyusul.

Saat itu, Soerya sedang menata ekonominya

sebelum istrinya, Veny hijrah ke Batam. Saat dirasa

waktunya sudah tepat, Veny ke Batam untuk

berkumpul bersama suaminya, Soerya. Tidak lama

setelah tiba di Batam, Veny langsung mendapat

pekerjaan. Dia bekerja diperusahaan kontraktor,

Sumitomo. Saat itu, Rekaveny menjadi staf di

bagian umum.

Saat itu diakui Wakil Ketua tim penggerak PKK

Provinsi Kepri ini, Batam masih sepi. Sebagian besar

lahan masih hutan dan perusahaan tidak banyak.

Namun, demikian Veny yang sudah lama hidup di

kota metropolitan, Jakarta, tetap betah. Dia betah

menjalani hidup dan jauh dari hirup pikuk

metropolitan, karena dia menjalani hidup bersama

suaminya sambil menjalani aktivitas sebagai

karyawan.

Namun tidak lama, alumnus Fakultas Sosial Politik

Jurusan Administrasi Niaga, Universitas Indonesia

(UI) memilih keluar dari perusahaan Kontraktor,

Sumitomo. Dia hanya bertahan sekitar dua tahun

diperusahaan itu. Dia ingin membangun usaha.

Namun, terlebih dulu dia membantu suaminya yang

sudah membuka usaha.

Saat itu, usaha yang jalankan suaminya, katering

dan orederan seragam untuk karyawan dan lainnya.

Saat itu, karyawan atau buruh masih sedikit karena

perusahaan juga masih sedikit. Orderan belum

banyak, tapi disisi lain, usaha seperti yang mereka

jalankan juga masih langka.

Mereka menyadari, didepan mata, perkembangan

Batam akan berjalan pesat. Prospek usaha yang

mereka jalani juga besar. Saat mendampingi

suaminya, jiwa bisnis Rekaveny terus

berkembang.

Dari sana, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD

Kota Batam ini membuka usaha yang dikelola

sendiri, yaitu butik. Dia menjadi distributor sebagian

pakaian saat itu. Sekaligus dia membuka usaha

lainnya, yang disebut sebagai usaha kulit.

"Biasanya kita memesan atau membawa dari Jawa"

katanya.

Semakin lama, usaha Rekaveny berkembang,

namun kesibukannya sedikit berkurang. Selain

karyawan yang membantu, juga dia memilih

menggunakan asisten dan bisnis dikelola rekannya.

Dimana, Rekaveny lebih memilih usaha bersama

dengan rekannya.

"Sekarang usaha itu ditangani rekan karena saya

dari dulu lebih suka buka usaha bareng rekan atau

mitra," kata Rekaveny .

Selain menggeluti dunia usahanya, sejak lama,

Veny juga sudah menjadi kader PDI Perjuangan.

Bahkan, sekitar tahun 2007, Rekaveny menjadi

pengurus partai pimpinan Megawati Soekarno Putri.

Dia memilih menjadi Ketua PAC PDIP Batam Kota,

sebelum akhirnya menjadi Wakil Ketua DPC PDIP

Batam, hingga saat ini.

Dia membangun PAC itu dengan citra lebih baik,

hingga akhirnya dia terpilih menjadi anggota DPRD

Batam, untuk periode 2009-2014 bersama suaminya

yang saat itu terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD

Provinsi Kepri.

Apakah Rekaveny yang sudah menggeluti dunia

bisnis itu, kaget ketika menjalani dinamika politik

Batam? Menurut dia, dunia politik bukan hal baru

baginya. Walau baru terpilih menjadi anggota DPRD

Batam, namun dia sudah banyak memahami

dinamika dunia politik.

Maklum, dia sudah lama mendampingi suaminya,

sejak menjadi Wakil Ketua DPRD Batam periode

1999-2004. Sama seperti istri anggota dewan saat

itu, Veny demikian nama panggilnya sudah menjadi

pengurus Piswan.

Bahkan, saat Soerya menjadi Ketua DPRD Batam,

pada periode 2004-2009, Rekaveny memimpin

Piswan. Keterlibatan Rekaveny saat mendampingi

suami didunia politik, menjadikan pemahamannya

atas dunia politik di Batam.

Kini, dia menjalankan aktivitas yang cukup padat.

Rekaveny harus memantau usaha yang dijalankan

rekannya, melakoni aktivitas sebagai anggota DPRD

Batam, hingga menjalankan aktivitas sebagai Wakil

Ketua Tim Penggerak PKK Kepri, pasca suaminya

terpilih menjadi Wakil Gubernur Kepri.

Semakin lama, aktivitasnya cukup tinggi. Bahkan

hampir setiap hari, ada undangan atau jadwal

kegiatan yang harus dilakoni, baik sebagai pengurus partai, istri Wagub hingga aktivitasnya di organisasi sosial kemasyarakatan, seperti yayasan dan lainnya.Termasuk aktivitasnya sebagai Pembina GrahaLansia Aini Kota Batam.

Kondisi ini bukan berarti waktu dan perhatian

terhadap kepada keluarga berkurang. Terlebih

dijaman tehnologi komunikasi yang berkembang

pesat, dia lebih mudah melakukan komunikasi

dengan anak dan suaminya. Apa lagi anak-anaknya

sudah dewasa.

Suaminya juga diakui saat ini lebih banyak waktu

bersama dia dan keluarga dibanding saat menjadi

anggota dewan. Saat menjadi anggota dewan,

aktivitas Soerya jauh lebih banyak dan dilakukan

diluar. Sekarang, kalau kerap melakukan aktivitas

diluar, namun sebagi istri Wagub, Veny juga kerap

terlibat untuk mendampingi.

"Soal aktivitas saya, bapak (Soerya) hanya

mengingatkan agar saya jaga kesehatan,"

bebernya.

Hanya saja, saat ini anak bungsunya dan putranya

sedang menjalankan tugas belajar di Singapura.

Sehingga, jika anaknya sedang tidak libur,

Rekaveny yang memilih mengunjungi anaknya ke

Singapura. "Kalau mereka tidak sedang sibuk,

mereka pulang ke Batam," ujar Veny.

Aktivitas yang tinggi, tidak membuat semangat

Rekaveny surut. Hanya saja, tingginya aktivitas

dan waktu yang terbatas, membuat Rekaveny

harus menolak undangan yang banyak datang.

"Aktivitas didewan, selalu saya usahakan ada. Tapi

untuk undangan, kadang bisa saya penuhi semua.

Kalau jadwal tabrakan dengan undangan lain, saya

pilih yang duluan mengundang," jelasnya.

Walau diakui bisnis lebih pada bicara untung rugi,

tapi dia menjalani dunia politik tidak lepas dari

kemapanan ekonomi yang dia dapat dari dunia

bisnis. Dimana, dalam politik dibutuhkan cost untuk

melayani masyarakat. Sehingga, Rekaveny

mengaku dua-duanya sama penting.

"Bisnis itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Bisnis

membantu saya sebelum menjadi anggota dewan.

Tapi di politiklah memberikan pelayanan yang

terbaik bagi orang banyak," tegasnya.

Tidak bisa ditampiknya, jika dunia politik semakin

lama mengasyikkan bagi dia. "Dunia politik itu

sangat luas dan berbeda dengan bisnis. Kita

bergerak dan berinteraksi dengan berbagai

kalangan. Kita bekerja dan berbuat bukan untuk kita

atau keluarga sendiri, namun untuk masyarakat

luas," imbuhnya.

Hal ini juga yang membuat Rekaveny betah

menjalani aktivitas politiknya. Veny tidak ingin

hanya fokus pada dunia bisnis atau tidak ingin

hanya menjadi ibu Wakil Gubernur Kepri atau Wakil

Ketua Tim Penggerak PKK Kepri. Bahkan, jika PDIP

memberikan kesempatan dia mencalonkan diri

sebagai Caleg, dia masih siap.

Ditanya kemungkinan mencalonkan diri untuk DPRD

Kepri atau DPD RI hingga DPR RI pada Pemilu 2014

nanti, Veny menyampaikan keinginannya. Veny

mengaku jika diperbolehkan memilih, dia lebih

menginginkan untuk tetap menjadi anggota DPRD

Batam.

"Kalau bisa, saya lebih memilih caleg di DPRD

Batam lagi. Tapi semua saya serahkan kembali ke

partai," imbuhnya.

Biodata:

Nama: Dra. Hj. Rekaveny

TTL: Jakarta, 7 Juli 1964

Pendidikan: Strata 1 (S1) Universitas Indonesia (UI)

Suami: DR. HM. Soerya Respationo, SH,MH

(Wakil

Gubernur Provinsi Kepri

Anak-anak:

1.Vira

2. Sekar

3. Putra

4. Bidadari

Cucu:

Luhung (4) Tahun

Jabatan:

- Anggota DPRD Batam periode 2009-2014

- Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kepri

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.41  

0 komentar:

Poskan Komentar