“Pemerintah Tetap Buka Impor Industri Penerbangan - BeritaSatu”

Jumat, 17 Agustus 2012

“Pemerintah Tetap Buka Impor Industri Penerbangan - BeritaSatu”


Pemerintah Tetap Buka Impor Industri Penerbangan - BeritaSatu

Posted: 17 Aug 2012 06:02 AM PDT

Menperin, MS Hidayat

Menperin, MS Hidayat (sumber: Antara)

Industri lokal belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri

Menteri Perindustrian, MS Hidayat, memastikan impor pesawat terbang dan komponennya tidak akan dikurangi, karena industri penerbangan sedang tumbuh pesat. Bahkan PT. Dirgantara Indonesia, selaku Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang dirgantara juga membutuhkan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hal tersebut diungkapkan Hidayat sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengurangi impor barang pada 2013. Sebagai gambaran, di 2012 impor barang pemerintah mencapai US$6 miliar.

"Impor pesawat terbang tidak bisa dikurangi karena produksi nasional belum bisa mencukupi kebutuhan," katanya usai konferensi pers di Gedung Menko Perekonomian, Jumat (17/8).

Hidayat mengatakan, meski perusahaan nasional yaitu PT Dirgantara Indonesia sudah mampu memproduksi namun sebagian komponen masih harus diimpor. Impor untuk kebutuhan industri pesawat terbang sendiri nilainya mencapai US$3 miliar - US$4 miliar.

"PT DI sangat membutuhkan impor pesawat terbang, untuk memenuhi permintaan transportasi udara," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, saat ini sedang getol memperbaiki struktur industri pada bagian hulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor barang-barang luar negeri.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.12  

0 komentar:

Poskan Komentar