“Le' Motion Andalkan Konsep Vintage - Koran Sindo”

Sabtu, 08 September 2012

“Le' Motion Andalkan Konsep Vintage - Koran Sindo”


Le' Motion Andalkan Konsep Vintage - Koran Sindo

Posted: 08 Sep 2012 01:05 PM PDT

 Peluang itulah yang ditangkap Andri Azmo atau yang akrab disapa Azmo. Usaha Azmo yakni Le' Motion berawal dari hobinya memotret ketika masih duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat. Azmo lantas mencoba menjual jasa fotografinya kepada teman-teman dekatnya. Menjelang lulus kuliah,Azmo bekerja di sebuah majalah Bridal sebagai fotografer sekaligus desainer grafis.

Saat itu Azmo memang khusus memotret mengenai pernikahan. Setelah itu pria kelahiran 1983 itu terbiasa memotret foto pernikahan ketimbang jenis foto lainnya. "Saya buka usaha khusus foto wedding dan pre-wedding. Hobi foto itu kategorinya bisa banyak.Tapi kalau buat bisnis, harus fokus yang mana. Saya jalurnya memang di situ,"kata Azmo ketika ditemui di kantornya di Jalan Ciniru, Senopati, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Bisnis wedding photography yang Azmo bermula ketika suatu hari pemilik majalah Bridal, tempat Azmo bekerja,memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan khusus jasa pemotretan pernikahan. Selain Azmo,saham perusahaan wedding photography tersebut awalnya dimiliki banyak orang. Karena perbedaan visi dan misi,satu persatu dari para pemegang saham itu mundur.

Pada 2009 Azmo memutuskan membuka kantor di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, dengan modal sendiri.Dengan dana tidak sampai Rp100 juta, dia menyewa kantor dan membeli peralatan fotografi. Dari situlah, Le' Motion resmi didirikan. "Modal saya kumpulkan dari zaman kuliah dulu.Pinjam uang itu cuma dari ibu saya Rp2 juta untuk beli kamera baru. Dibayarnya pun saya cicil setiap bulan,"kenang Azmo.

Setelah satu tahun menyewa kantor di Kuningan,Azmo kemudian memutuskan pindah ke daerah Senopati.Di sini dia menyewa kantor yang tergabung dengan butik milik perancang busana Ferry Sunarto. Untuk biaya sewanya, Azmo merogoh kocek hingga Rp50 juta per tahun. Hubungan Azmo dan Ferry Sunarto tidak sebatas menyewakan tempat, namun juga rekan kerja.

Azmo terkadang membantu Ferry apabila ingin melakukan sesi pemotretan koleksi baju rancangannya dan fashion show. Ke depan Azmo ingin mempunyai kantor sendiri. Dia berencana membuka kantor pada tahun depan yang lokasinya tak jauh dari kantornya sekarang. Meski masih menyewa tempat, Azmo akan membuat kantor dengan suasana yang senyaman mungkin dan tentu berbeda dari yang sebelumnya.

Untuk merealisasikan rencananya itu,Azmo membutuhkan modal sekitar Rp150 juta. Modal itu akan digunakan untuk menyewa tempat,dekorasi, hingga pembuatan studio. "Saya mau kantor yang nyaman seperti di kafe.Jadi kalau mau meeting dengan klien tidak perlu keluar kantor. Bisa lebih fleksibel,"kata pria yang kini berusia 29 tahun ini. Dia mengaku saat ini memang semakin banyak kompetitor usaha sejenis.

Namun, dia optimistis Le' Motion bisa maju karena masing-masing orang punya ciri khas tersendiri dalam mengembangkan usahanya. Untuk Le' Motion,Azmo mengedepankan banyak hal seperti packaging album foto dan konsep yang matang.Untuk konsep foto misalnya,Azmo mengusung tema unik yakni green wedding, vintage,atau outdoor. "Kita membuatnya diarahkan ke sesuatu yang beda seperti fashion. Kita mau lebih seperti fashion spread di majalah," katanya seraya mengaku bisa memperoleh omzet Rp20 juta untuk bulan pertama di awal usahanya.

Sedangkan untuk packaging album, Azmo membuatnya berdasarkan pesanan, jadi klien bisa bebas menentukan desainnya.Tak hanya unik,Azmo pun membuat album foto yang mudah untuk dibawa. Saat ini setidaknya ada sekitar 50 klien yang sudah ditangani Azmo.Tak hanya jumlah klien, pendapatan Azmo pun bertambah.

Azmo kini mengaku bisa meraup keuntungan hingga sekitar Rp90 juta setiap bulan. "Kalau ada teman mau dipotret,bayar harga teman ya bisa saja.Yang penting duitnya muter. Kalau mikirin balik modal, pusing juga,"ucap pemilik situs resmi www.lemotionphoto. com ini. Di samping itu, dia juga aktif melakukan strategi marketing melalui media sosial seperti Facebook,Twitter, dan Instagram. sandra karina

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.19  

0 komentar:

Poskan Komentar