“Pemda buka 50 stan UKM di Rumbai”

Minggu, 09 September 2012

“Pemda buka 50 stan UKM di Rumbai”


Pemda buka 50 stan UKM di Rumbai

Posted: 09 Sep 2012 02:02 AM PDT

Ilustrasi. Aksesoris PON. Seorang anak memperlihatkan aksesoris gantungan kunci Burung Serindit yang menjadi maskot PON XVIII Riau 2012, Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/9). Cinderamata berupa gantungan kunci ini dihargai mulai dari Rp. 10 ribu hingga Rp.15 ribu dan banyak diminati oleh pembeli untuk suvenir. (FOTO ANTARA/Viki Payoka)

Pekanbaru (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru membuka sebanyak 50 stan bazar yang disiapkan untuk para pengusaha kecil dan menengah di lokasi dekat Stadion Khaharuddin Nasution Kecamatan Rumbai sejak Selasa (4/9).

"Ada sebanyak 50 stan UKM yang sementara ini kami buka di dekat Stadion Khaharuddin," kata Afdhal Zuhri selaku Ketua Harian Bazar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Namun diakuinya dari 50 stan yang disediakan baru sekitar 40 stan yang terisi oleh para pedagang kecil.

Menurutnya, kalangan pedagang di lokasi bazar diisi oleh pengusaha kecil warga tempatan. Namun penelusuran mengungkap bahwa rata-rata pedagang berasal dari luar daerah Riau, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Bali, dan yang mendominasi justru Sumatra Barat.

"Sebenarnya yang diutamakan adalah pedagang warga setempat. Namun ternyata hasil produksi sangat minim sehingga harus mendatangkan pelaku UKM dari berbagai daerah untuk menyemarakkan PON di Riau," kata Afdhal.

Lokasi bazar yang dikelola oleh Afdhal berada tepat di depan pintu masuk Stadion Sepak Bola Khaharuddin Kecamatan Rumbai.

Luas lahan yang menjadi lokasi bazar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

Para pelaku UKM itu kebanyakan memajangkan barang dagangan seperti ragam pakaian, topi, pernak-pernik PON Riau dan jam tangan serta sepatu dan sendal wanita dan pria dewasa hingga kalangan anak-anak.

Seluruhnya merupakan produksi pelaku usaha luar daerah khususnya Bandung dan Sumatra Barat. Sementara untuk produk lokal sangat minim bahkan nyaris tak ditemukan pada tiap stan bazar tersebut.

"Saya dari Bandung, Jawa Barat, dan semua barang-barang ini saya bawa dari bandung," kata Hasmi, pedagang di bazar PON Riau.

Ia mengaku baru menyewa stan seluas 3x4 meter di sudut belakang seharga Rp3 juta untuk selama penyelenggaraan PON di Riau.

"Itu pun belum termasuk uang sampah, uang listrik dan uang lain-lainnya," kata dia.

Panitia pelaksana bazar mengakui tarif untuk tiap stan yang disediakan memang variatif atau tidak sama harganya.

"Kami memberikan harga murah kepada pera pedagang atau UKM lokal khususnya yang tinggal di sekitar Kecamatan Rumbai," kata Afdhal.

 (KR-FZR/F002)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.13  

0 komentar:

Poskan Komentar