“Bank Harus Buka Akses bagi Orang Miskin - Harian Analisa (Blog)”

Rabu, 24 Oktober 2012

“Bank Harus Buka Akses bagi Orang Miskin - Harian Analisa (Blog)”


Bank Harus Buka Akses bagi Orang Miskin - Harian Analisa (Blog)

Posted: 24 Oct 2012 09:35 AM PDT

Jakarta, (Analisa). Peraih nobel perdamaian tahun 2006 Muhammad Yunus mengatakan bank-bank harus membuka akses bagi warga miskin terutama memberikan pinjaman sebagai modal usaha.

"Menurut saya, bank-bank harus membuka "pintu" bagi masyarakat miskin dengan memberikan berbagai fasilitas," kata peraih nobel perdamaian tahun 2006, Muhammad Yunus usai acara seminar di Jakarta, Rabu (24/10).

Menurut dia, keberadaan bank itu bukan untuk orang atau kelompok tertentu saja tetapi juga untuk masyarakat miskin. Hal ini menurut dia diartikan dalam konteks bank memberikan fasilitasnya kepada masyarakat miskin termasuk pinjaman untuk mendapatkan modal usaha.

"Itu merupakan bagian dari tanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia sangat kreatif dalam mengembangkan potensinya untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada. Menurut dia, salah satu yang dilakukan adalah dengan mengintensifkan pelatihan yang berguna bagi pengembangan cara mengatasi masalah sosial itu termasuk kemiskinan.

"Masyarakat sangat kreatif dalam menyelesaikan masalah, mereka bisa melakukan lewat pendidikan," katanya.

Pendiri Dompet Duafa Erie Sudewo mengatakan, masalah pembiayaan bagi usaha kecil bisa disiasati dengan membuat produk yang bagus sehingga investor datang sendiri. Dia mengatakan, perlu diberdayakan sumber daya alam yang ada untuk membuat produk berkualitas tersebut.

"Jadi Indonesia itu tidak miskin karena sumberdayanya sangat banyak. Kemiskinan bukan karena tidak punya uang, tetapi ketidakmampuan mengelola sumberdaya," ujarnya. Dia meminta pemerintah untuk menghilangkan masalah sosial yang menyebabkan demotivasi bagi masyarakat. Menurut dia, pemerintah harus merenegoisasi kontrak tambang dan menghilangkan korupsi.

"Harus ada renegoisasi kontrak tambang karena bagi hasilnya besar untuk Indonesia selain itu masalah korupsi. Keduanya berdampaknya pada kemiskinan dan demotivasi masyarakat," katanya. (Ant)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.55  

0 komentar:

Poskan Komentar