“Praja IPDN Dilarang Makan di Luar, Pengusaha Rumah Makan Oleng - Poskotanews”

Senin, 15 Oktober 2012

“Praja IPDN Dilarang Makan di Luar, Pengusaha Rumah Makan Oleng - Poskotanews”


Praja IPDN Dilarang Makan di Luar, Pengusaha Rumah Makan Oleng - Poskotanews

Posted: 15 Oct 2012 10:54 AM PDT

Senin, 15 Oktober 2012 00:56:03 WIB

IPDN-n

SUMEDANG  (Pos Kota) – Buntut diberlakukannya larangan praja IPDN makan di luar kampus, belasan rumah makan di, Jatinangor, Kabupaten Sumedang oleng dan sekarat. Para pemilik kini banyak yang banting stir menjadi supir angkutan kota dan foto kopi.

Mayang, pengusaha rumah makan yang ikut oleng (dono)

"Kami sudahj setahun tak buka usaha kuliner. Bankrut," kata Herman,50, seorang pemilik rumah makan, Minggu. Dia mengakui, belasan rumah makan yang ada di depan kanmpus IPDN awaknya sangat menjanjikan.

Setiap hari praja IPDN selalu makan di luar dan masuk rumah makan sesuai dengan selera mereka.

Namun sejak tahun 2011 dari IPDN mengeluarkan  aturan baru yang melarang seluruh praja untuk makan diluar baik siang maupun malam. Semenjak aturan itu diberlajukan, tak ada satu praja pun yang menginjakan kaki di rumah makan.

"Aturan itu diberlaakukan, kondisi ruimah makan sudah oleng. Kini resmi tutup. Diperkirakan ada 12 rumah makan yang semula oleng kini tutup," ungkap warga.

Pengusaha lain, Mayang, pusat kuliner Boga Rasa (Bosa) di Jatinangor, mengaku kini usahanya sudah oleng setelah adanya larangan praja IPDN makan diluar.

"Kami kini usaha katering tapi kerjkasama dengan perusahaan dam pemerintajan. Kalau ada yang pean basru buka,". Dia menegaskan, 2011 usaha kuliner di Jatiangor depan kampus IPDN sangat lumayan pesat.

Belakangan, omzet terus merosot hingga bangkrut." Pusat kulioner kami sepi sudah setahun. Paling ramainya setiap malam minggu,". Dewngan adanya kejkadian seperti ini, Mayang berharap supaya IPDN mencabut larangan praja makan di luar kanmpus." Mdah mudahan larangan itu dicabut. Kasihan pengusaha uliner,".

Keterangan menyebutkan, praja IPDN dilarangan makan di luar dan diwajibkan membeli makanan di kafe kae yang ada di lingkungan kampus. Kafe yang kini berdiri dikelola langsung para pejabat di lingkungan IPDN. " Perputaran uang praja itu tak jauh, antara praja, dan kampus," kata seorang petugas di IPDN, Minggu.(Dono/dms)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 14.20  

0 komentar:

Poskan Komentar