“Australia Buka Kran Impor Buah dari Indonesia”

Jumat, 02 November 2012

“Australia Buka Kran Impor Buah dari Indonesia”


Australia Buka Kran Impor Buah dari Indonesia

Posted: 02 Nov 2012 01:00 PM PDT

Metrotvnews.com, Batam: Pemerintah Australia membuka kembali kran impor buah dari Indonesia. Sebelumnya, Australia melarang pemasukan impor hortikultura dari Tanah Air.

"Ekspor buah sudah mulai meningkat kembali. Ke Australi misalnya, kita ekspor manggis," kata Direktur Usaha dan Investasi Direktorat Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Jamil Musanif di Batam, Jumat (2/11).

Tahun lalu, kata dia, ekspor hortikultura sempat menurun. Namun pada 2012 mulai bangkit kembali.

Selain Australia, beberapa negara lain juga membuka keran impor holtikultura seperti Korea dan Jepang. Menurutnya, kualitas buah produksi dalam negeri semakin membaik, sehingga diterima ekspor ke luar negeri.

"Mutu produk mereka sesuaikan dengan permintaan negara pengekspor," kata dia.

Peningkatan mutu, kata Jamil, didorong oleh kerjasama kemitraan petani dengan pengusaha ekspotir. Eksportir membantu petani dalam memenuhi permintaan kualitas dari negara pengimpor.

"Indikasi perdagangan meningkat, karena kemitraan petani dengan pengusaha semakin baik," ujarnya.

Kementerian Pertanian menyelenggarakan pameran Agribisnis di Batam untuk menggaet pasar ekspor Singapura. Menurut Jamil, untuk memasuki pasar holtikultura Singapura tidak sulit, pemerintah Negara Singa juga terbuka dengan peluang impor buah dan sayuran Indonesia.

"Sebenarnya tidak sulit, pemerintah Singapura oke saja," tambahnya.

Namun, biaya distribusi hortikultura di Singapura tinggi. Saat ini, sudah ada produk hortikultura yang diekspor ke Singapura, di antaranya sayuran dan buah-buahan dari Sumatera Barat, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Pemerintah Kepulauan Riau menargetkan perkebunan di Kabupaten Bintan diekspor ke Singapura mulai 2013, setelah terhambat tiga tahun.

"Targetnya awal tahun depan sudah bisa ekspor ke Singapura," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau Said Ja'far.

Ia mengatakan saat ini pengebun di Bintan mengembangkan delapan jenis sayuran untuk diekspor ke Negeri Jiran, termasuk berbagai syarat higienitas dan kualitas pangan. "Kualitasnya sudah standar WHO, seperti yang diminta Singapura," kata dia.

Pemerintah mengembangkan delapan produk unggulan untuk diekspor ke Singapura, antara lain sawi dan terong. Ke depan, jenis hortikultura itu sudah mendapatkan sertifikat baik sesuai dengan standar WHO. (Ant/Wrt3)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar