“Bank wajib buka cabang di zona tidak padat - merdeka.com”

Selasa, 27 November 2012

“Bank wajib buka cabang di zona tidak padat - merdeka.com”


Bank wajib buka cabang di zona tidak padat - merdeka.com

Posted: 27 Nov 2012 06:49 AM PST

Bank Indonesia berkomitmen mengatur izin berjenjang (multiple license) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI). Aturan ini diupayakan selesai dalam dua pekan ke depan.

"PBI mungkin 2 minggu lagi baru kelar, tapi tetap efektif 1 Januari 2013," kata Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah di Gedung Bank Indonesia, Selasa (27/11).

Dalam aturan tersebut, BI membagi 120 perbankan di Indonesia menjadi empat kelompok bisnis berdasarkan kekuatan permodalanya. Hal ini juga menentukan izin perluasan jaringan kantor.

Bank dengan permodalan inti Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun masuk ke kelompok kegiatan usaha 1 (BUKU 1). Bank dengan modal antara Rp 1 triliun sampai Rp 5 triliun masuk ke kelompok kegiatan usaha 2 (BUKU 2). Bank dengan modal antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun masuk ke kelompok kegiatan usaha 3 (BUKU 3) dan bank dengan modal di atas Rp 30 triliun masuk ke kelompok kegiatan usaha 4 (BUKU 4).

"Perluasan kantor cabang itu syaratnya tingkat kesehatan, alokasi modal inti berdasarkan jenis kantor dan zona, kemudian pendekatan pengawasan," jelas Difi.

Untuk pendekatan pengawasan ini, kata Difi terkait dengan pangsa kredit/pembiayaan UMKM terhadap total portofolio kredit serta efisiensi dan pemupukan laba.

"Pembukaan jaringan kantor di zona padat wajib diikuti dengan pembukaan jaringan kantor di zona yang tidak padat berdasarkan rasio tertentu," jelas Difi.

BI menetapkan setiap pembukaan tiga kantor di zona I dan II diwajibkan membuka satu kantor di zona V dan VI yang termasuk zona tidak padat.

"Pembukaan cabang di zona 3 dan 4 tidak ada kewajibkan buka cabang di zona 5 dan 6," kata Difi.

Sedangkan untuk zona pembukaan cabang, BI membagi menjadi enam zona. Zona I dengan koefisien 5 meliputi DKI Jakarta dan Luar Negeri. Zona II dengan koefisien 4 meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Zona III dengan koefisien 3 meliputi Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Zona IV dengan koefisien 2 meliputi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua. Zona V dengan koefisien 1 meliputi DI Aceh, Jambi, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan zona VI dengan koefisien 0,5 meliputi NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

[noe]

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 13.50  

0 komentar:

Poskan Komentar