“Buka Jaringan di Timor Leste, Telkom Siapkan USD 50 Juta - Detikcom”

Kamis, 17 Januari 2013

“Buka Jaringan di Timor Leste, Telkom Siapkan USD 50 Juta - Detikcom”


Buka Jaringan di Timor Leste, Telkom Siapkan USD 50 Juta - Detikcom

Posted: 17 Jan 2013 03:28 AM PST


BTS (detikcom)
Dili - Telkom melalui anak usahanya Telekom Internasional (Telin) melakukan ekspansi ke Timor Leste. Di bekas provinsi Indonesia tersebut, Telin mengusung nama Telkomcel.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang mewakili pemerintah berharap Telkomcel dapat memberikan layanan terbaiknya di Bumi Lorosae tersebut.

"Kami berterima kasih dapat melayani telekomunikasi di Timor Leste. Kita berharap dalam waktu cepat dapat melayani seluruh pelanggan. Tidak hanya 2G tapi langsung 3G juga disediakan," kata Dahlan, kepada sejumlah media termasuk detikINET, di Dili, Kamis (17/1/2013).

Sementara itu, Direktur Telkom Arief Yahya yang turut mendampingi Dahlan mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan dana sekitar USD50 juta untuk membangun infrastruktur di Timor Leste.

"USD 50 juta untuk 2 tahun. Saat ini pembangunannya masih di Dili saja. Mudah-mudahan April nanti seluruh Timor Leste sudah kita coverage. Tapi itu belum termasuk membangun WiFi dan segmen bisnis," kata Arief.

Soal target market share, Arief sangat yakin dapat menguasai separuh lebih pasar di negara termuda tersebut.

"Di Jakarta kita menguasai 60% pangsa pasar. Setidaknya di Timor Leste kita bisa mengusai serupa. Ya, kalau di sini jumlahnya ada 1 juta penduduk. Maka 600 ribu yang kita targetkan," katanya.

Saat ini, di Timor Leste dibangun 110 BTS untuk mencover hingga 95% wilayah. Saat ini baru 60 BTS yang sudah dibangun.

( tyo / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 13.50  

0 komentar:

Poskan Komentar