“PNM akan Buka Lima Unit Usaha Syariah - Inilah.com”

Jumat, 08 Februari 2013

“PNM akan Buka Lima Unit Usaha Syariah - Inilah.com”


PNM akan Buka Lima Unit Usaha Syariah - Inilah.com

Posted: 08 Feb 2013 02:57 AM PST

INILAH.COM, Jakarta - Untuk menyemarakan dan berkontribusi dalam bisnis syariah, Permodalan Nasional Madani (PNM) akan membuka 5 unit syariah.

Outlet ini disebut Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) syariah PNM. Unit tersebut akan menjangkau pasar dengan prinsip syariah. "Tahun ini akan membuka 5 unit usaha syariah. Sebelumnya unit usaha syariah sudah berjumlah 50 unit," ujar Direktur Bisnis PNM, Tri Susilo di Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Tri menjelaskan kontribusi portofolio dari unit syariah mencapai 10% dari total portofolio pembayaran mikro. "Kalau dari jumlah Unit ULaMM dari seluruh Unit yang ada dan dari total Portofolio pembayaran mikro, skim Syariah adalah berkisar 10% dari total pembayaran mikro," katanya.

Untuk membuka satu unit saja, PNM harus merogoh biaya yang cukup besar sekitar Rp100 juta. Dengan format bangunan yang sederhana agar masyarakat kecil tidak ragu untuk masuk dan bertransaksi ke dalam ruangan PNM.

"Pembukaan 1 unit kita berinvestasi Rp100 juta/outlet, tapi relatif. Itu kita bikin sederhana, nggak kaya banking. Kalau Manado sampai Rp140 juta. Kantor UKM dibuat jangan sampai nasabah copot sendal," katanya.

Selain itu, soal persaingan dengan pelaku mikro lain seperti koperasi dan perbankan lain seperti BRI yang juga menggarap usaha mikro. Tri mengungkapkan setiap lembaga sudah memiliki segmentasi pasar masing-masing.

"Persaingan di mikro sendiri, pasar masih besar karena produk kita gampang dikopi. Perlu marketingnya lebih baik. Interpersonal ke nasabah akan ditingkatkan," ucapnya. [hid]

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 13.26  

0 komentar:

Poskan Komentar