“Basuki Usahakan Pekerja yang Dipecat Bisa Bekerja Lagi - KOMPAS.com”

Senin, 25 Maret 2013

“Basuki Usahakan Pekerja yang Dipecat Bisa Bekerja Lagi - KOMPAS.com”


Basuki Usahakan Pekerja yang Dipecat Bisa Bekerja Lagi - KOMPAS.com

Posted: 25 Mar 2013 06:42 AM PDT

Basuki Usahakan Pekerja yang Dipecat Bisa Bekerja Lagi

Penulis : Kurnia Sari Aziza | Senin, 25 Maret 2013 | 20:31 WIB

Dibaca:

Basuki Usahakan Pekerja yang Dipecat Bisa Bekerja Lagikurnia sari aziza Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN), di Balaikota Jakarta, Selasa (26/2/2013). Mereka menuntut dikeluarkannya SK Gubernur terkait penangguhan Upah Minimum Provinsi dan diberikannya Kartu Jakarta Sehat (KJS) kepada para buruh. Namun, sikap buruh yang terus mendesak Basuki, membuat Basuki menjadi naik pitam dan berbalik memarahi para buruh.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan mengupayakan untuk menyalurkan ribuan pekerja yang kontrak kerjanya telah diputus oleh perusahaan yang tak mampu membayar pekerja sesuai upah minimum provinsi. Basuki mengatakan, para pekerja itu diharapkan dapat disalurkan ke perusahaan lain yang mampu membayar pekerja sesuai UMP.

"Kita usahakan dia bisa kerja di tempat lain," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (25/3/2013).

Menurut Basuki, keputusan DKI untuk menetapkan UMP sebesar Rp 2,2 juta dan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 1.978.789 adalah keputusan terburuk di antara yang terburuk. Semua keputusan, kata Basuki, pasti ada risikonya. Namun, Basuki mengatakan, apabila ada perusahaan yang memang sudah tidak bisa membayar pekerja mereka sesuai KHL, maka perusahaan itu sudah tidak cocok untuk membuka usaha mereka di Ibu Kota.

"Lebih bermasalah kalau menggaji orang di bawah KHL. Itu perbudakan juga, lho. Lagi pula, kalau di bawah KHL, berarti mereka sudah tidak cocok buka usaha di sini," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Hingga bulan ini, kontrak 3.447 pekerja tidak diperpanjang karena pengusaha kesulitan menanggung beban UMP DKI Jakarta tahun 2013. Pengusaha menilai, kenaikan UMP DKI tahun 2013 sangat memukul dunia usaha, khususnya sektor padat karya. Hampir semua perusahaan yang melakukan rasionalisasi itu bergerak dalam usaha garmen dan tekstil di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, jumlah pekerja yang diberhentikan dari perusahaan akan terus bertambah setiap bulan. Para perusahaan di KBN pun berencana merelokasi pabriknya ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, bahkan ada yang akan merelokasi ke Vietnam.

"Sebagian besar perusahaan di KBN merupakan penanaman modal asing yang bergerak pada usaha garmen dan tekstil. Pemprov DKI akan sangat rugi bila para investor tersebut benar-benar pindah sehingga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di DKI Jakarta," kata Sarman.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 13.09  

0 komentar:

Poskan Komentar