“Bupati Tinjau Warga Gotong Royong Buka Akses Jalan Usaha Tani - Harian Analisa (Blog)”

Jumat, 22 Maret 2013

“Bupati Tinjau Warga Gotong Royong Buka Akses Jalan Usaha Tani - Harian Analisa (Blog)”


Bupati Tinjau Warga Gotong Royong Buka Akses Jalan Usaha Tani - Harian Analisa (Blog)

Posted: 22 Mar 2013 10:02 AM PDT

Tarutung, (Analisa). Bupati Tapanuli Utara (Taput) Torang  Lumbantobing meninjau warga Desa Passurnatolu Kecamatan Pangaribuan yang gotong royong membuka jalan usaha tani sepanjang 3,7 kilomter di Dusun Huta Lama dan Huta Dolok Desa Passurnatolu, Jumat, (22/3).

Di sela-sela meninjau warga  bergotong royong, bupati mengatakan tradisi budaya gotong royong memang harus terus dilakukan dan dipertahankan masyarakat. Soalnya,  budaya gotong royong  merupakan tradisi yang sudah lahir sejak jaman dahulu  yang merupakan  kegiatan untuk saling membantu dan kerjasama dalam  menyelesaikan suatu pekerjaan seperti saat menanam dan memanen hasil pertanian.

"Gotong royong memang budaya kita yang harus dipertahankan, kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut ditengah-tengah masyarakat,"ujarnya. 

Selain tradisi masyarakat untuk saling membantu menyelesaikan suatu pekerjaan, Bupati mengatakan,  budaya gotong royong juga  merupkan bentuk kekompakan yang melahirkan rasa  kebersamaan yang erat di tengah-tengah masyarakat. 

"Budaya gotong royong tidak hanya bermanfaat untuk mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan, melaikan tradisi ini  mampu menciptakan  rasa kebersamaan dan saling kepedulian sesama masyarakat,"katanya. 

Bupati mengakui,  belakangan ini harus diakui, budaya gotong royong sudah mulai luntur yang terlihat jelas ketika warga melaksanakan suatu pesta. 

"Saat melaksanakan pesta sekarang warga sudah memilih katering, padahal seharusnya pada saat pesta seperti itu warga gotong royong dan saling membantu seperti memasak dan lain-lain. Untuk itu  saya berharap kita semua untuk menanamkan budaya gotong royong," katanya.

Kepala Desa Passur Natolu  Kecamatan Pangaribuan Ciryus Nainggolan dan tokoh masyarakat Dusun Huta Lama Desa Passurnatolu  Slamat Nainggolan mengatakan, mereka mengadakan aksi gotong royong untuk  membuka jalan usaha tani (JUT) dari Dusun Hutalama sampai Dusun Hutadolok sepanjang 3,7 kilometer bertujuan agar bisa dilalui kendaraan ketika  musim panen. 

"Di sini ada lahan pertanian seluas 250 hektar, jadi kalau musi panen apalagi kalau datang hujan kami sangat kesulitan mengungkut hasil pertanian seperti jagung, ubi, dan nenas, kami gotong royong membuka jalan usaha tani"ujar Slamat Nainggolan. 

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Taput memberikan perhatian serius dalam upaya membuka akses jalan usaha tani termasuk pengembangan lahan pertanian di daerah itu. 

"Kami sangat berharap agar Pemkab Taput memberikan perhatian serius untuk membuka jalan usaha tani dan pengembangan areal lahan pertanian kami ini," imbuhnya. (can)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 13.08  

0 komentar:

Poskan Komentar