“Harga Bawang Merah & Putih Meroket, Menkop UKM: Kita Dorong Buka Koperasi”

Jumat, 15 Maret 2013

“Harga Bawang Merah & Putih Meroket, Menkop UKM: Kita Dorong Buka Koperasi”


Harga Bawang Merah & Putih Meroket, Menkop UKM: Kita Dorong Buka Koperasi

Posted: 15 Mar 2013 04:07 AM PDT

Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Syarief Hasan punya solusi mengurai persoalan meroketnya harga bawang putih dan merah saat ini. Ia ingin membantu petani bawang merah dengan pinjaman berbunga lunak dan pembinaan melalui koperasi petani.

"Kita dorong untuk buka koperasi, ini kan sangat perlu bantuan pendampingan. Karena koperasi kan ada advokasinya sehingga kebutuhan mereka dapat dilayani," tutur Syarif seusai Rapat Pimpinan Nasional HKTI di Hotel Manhattan Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Koperasi khusus untuk kelompok petani ini, tidak hanya berlaku bagi para petani bawang saja melainkan semua petani. Ia pun mengaku, sosialisasi terhadap para petani untuk bergabung dengan koperasi agar mudah memperoleh pembiayaan dan pembinaan sudah serius digalakkan di seluruh Indonesia.

"Semua di Indonesia kita dorong. Khususnya di Pulau Jawa," tambahnya.

Menteri yang juga sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, meliha tingginya harga bawang merah dan putih tidak akan berlangsung lama dan akan kembali normal. Hal ini, seiring munculnya solusi yang diambil oleh kementerian terkait.

"Mudah-mudahan ada solusi terbaik, ada sinergi antara Kemendag dan Kementan. Tidak perlu waktu yang lama harga bawang turun," katanya.

Sementara itu Ketua Umum Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang mengatakan, perlu ada badan pemerintahan yang bertugas menstabilkan harga seperti saat ini.

Ia melihat Perum Bulog bisa melakukan tindankan nyata untuk membeli bawang merah dari petani saat produksi melimpah dan kemudian melepas dengan harga terjangkau saat musim paceklik seperti saat ini. Namun, Osman menilai, tugas tersebut tidak berjalan, malahan Bulog berniat melakukan impor.

"Seperti Bulog harus membeli bawang dari petani, walaupun harganya rendah, sehingga petani tidak dirugikan. Jangan waktu susah terus impor," kata Oesman.
Menurutnya, ketika peran Bulog berjalan, harga bawang bisa dikendalikan dan tidak meroket tajam seperti sekarang.

"Dan jika saat panceklik, maka Bulog mengeluarkan bawang, sehingga harga tidak mahal seperti saat ini," kata Oesman.

Selain itu, pemerintah juga harus melakukan tindakan nyata dan konsisten untuk memperhatikan nasib para petani termasuk petani bawang. "Seperti pelebaran lahan, pemberian subsidi ke petani dengan bentuk bibit," ucapnya.

(feb/hen)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 13.24  

0 komentar:

Poskan Komentar