“Nissan Motor Indonesia Buka Tiga Outlet Penjualan”

Selasa, 19 Maret 2013

“Nissan Motor Indonesia Buka Tiga Outlet Penjualan”


Nissan Motor Indonesia Buka Tiga Outlet Penjualan

Posted: 19 Mar 2013 02:43 AM PDT

Good Week for ...

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berencana membentuk perusahaan patungan yang bergerak di  bidang asuransi jiwa. Pembentukan perusahaan patungan ini diharapkan dapat mendukung dan memperkuat bisnis di sektor keuangan. Pembentukan perusahaan ini  dijadwalkan bakal direalisasikan akhir Desember 2013.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI),  emiten batu bara dalam kelompok usaha Bakrie, memproyeksikan pendapatan usaha perseroan tahun ini mencapai US$ 5,5 miliar-US$ 6 miliar, naik dari estimasi  pendapatan tahun lalu yang diperkirakan lebih dari US$ 5 miliar. Proyeksi kenaikan pendapatan itu ditopang oleh estimasi naiknya harga jual rata-rata batubara perseroan sebesar 10%. Bumi memproyeksikan harga jual rata-rata batubara tahun ini sekitar US$ 82 per ton.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), emiten produsen komponen otomotif, menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 3,1 triliun dari penerbitan saham baru melalui mekanisme penawaran umum terbatas (rights issue) yang akan dilaksanakan tahun ini. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran pinjaman bank 74% dan 26% pengembangan usaha.

PT Lion Mentari Airlines, maskapai penerbangan berbiaya murah, memesan 234 unit pesawat dari Airbus SAS, produsen pesawat  asal Perancis, senilai US$ 24 miliar. Tipe pesawat yang dipesan Lion antara lain terdiri atas 109 unit pesawat Airbus tipe A320neo, 65 unit A321neo, dan 60 unit pesawat A320ceo.

Unit usaha syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), emiten perbankan, membukukan kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar 133% menjadi Rp 7,63 triliun pada tahun lalu. Tingginya pembiayaan perusahaan salah satunya dipicu penerapan aturan pembatasan uang muka atau loan to value (LTV) untuk kredit  kendaraan bermotor dan kredit pemilikan rumah.

Bad Week for ...

Margin kotor PT Indofarma Tbk (INAF),  emiten farmasi milik pemerintah, tercatat 31,82% atau turun 110 basis poin dibandingkan 2011 sebesar 32,92%. Margin kotor  Indofarma tertekan karena pendapatan perusahaan turun. Sepanjang 2012, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 1,15 triliun, turun 3,9% dibanding periode sama 2011 sebesar Rp 1,2 triliun.

Valuasi saham PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, lebih mahal dibandingkan emiten sejenis, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).  Penilaian tersebut berdasarkan perbandingan price to earning ratio (PER) atau valuasi perbandingan harga saham saat ini terhadap kemampuan menghasilkan laba bersih. PER Indosat tercatat 83,97 kali, lebih tinggi dari rata-rata PER tiga emiten telekomunikasi sebesar 38,36 kali. Tingginya PER Indosat disebabkan penurunan laba bersih perseroan secara signifikan pada 2012 yang sebesar 52,52% menjadi Rp 417,4 miliar. Penurunan laba bersih ini  karena kenaikan beban usaha  sebesar 11,5% menjadi Rp 19,5 triliun.

Rencana PT NISP Sekuritas untuk melakukan beberapa pilihan ekspansi, antara lain akuisisi, berpotensi gagal. Menurut direksi, berbagai rencana ekspansi perseroan terkendala gagalnya Mirae Asset Global Investment, perusahaan manajer investasi asal Korea Selatan,  membeli saham PT NISP Asset Management. Mirae membatalkan rencana akuisisi NISP Asset Management namun NISP tidak menjelaskan alasan pembatalan perusahaan Korea tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 13.36  

0 komentar:

Poskan Komentar