“The Fed Buka Peluang Pangkas Stimulus”

Kamis, 21 Maret 2013

“The Fed Buka Peluang Pangkas Stimulus”


The Fed Buka Peluang Pangkas Stimulus

Posted: 21 Mar 2013 11:18 AM PDT

Good Week for ...

PT Adaro Energy Tbk (ADRO), produsen batu bara thermal terbesar kedua nasional, memiliki kemampuan mempertahankan kemampuan mempertahankan kecukupan likuiditas pada saat siklus usaha sedang turun saat ini. Hingga akhir 2012, perseroan memiliki akses tunai dari fasilitas pinjaman jangka panjang hingga sebesar US$ 920 juta. Adaro Energy belum mencairkan kredit dari beberapa anak usaha, antara lain fasilitas pinjaman dengan tenor senilai US$ 300 juta dari PT Adaro Indonesia dan US$ 40 juta dari pinjaman PT Maritim Barito Perkasa bertenor tujuh tahun.

Valuasi saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dinilai lebih atraktif dibanding emiten produsen semen sejenis asal Thailand, Siam Cement Pcl (SCC). Imbal hasil atas ekuitas pemegang saham (return on equity/ROE) Semen Indonesia per Desember 2012 30,5%, lebih tinggi dibanding ROE Siam Cement 16,6%. Sementara price to earnings ratio (PER) Semen Indonesia 21,7 kali, lebih rendah dari Siam Cement. Namun, kapitalisasi pasar Semen Indonesia Rp 105 triliun, di bawah kapitalisasi pasar Siam Cement Rp 193 triliun.

PT Japfa Compeed Indonesia Tbk (JPFA), emiten pakan ternak, mencari pendanaan eksternal sebesar Rp 500 miliar untuk mendanai alokasi belanja modal tahun ini. Pendanaan eksternal itu mencapai 50% dari total alokasi belanja modal perusahaan tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Dana belanja modal akan digunakan untuk mendukung usaha breeding farm yang menghasilkan day old chick (DOC breeding), ekspansi pakan ternak, dan peternakan serta budidaya ikan.

PT BII Finance Center, multifinance anak usaha PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII), berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun paling cepat pada semester I 2013. Penerbitan obligasi ini untuk membiayai modal kerja perseroan. Perusahaan telah menunjuk tiga penjamin emisi obligasi, yaitu PT Kim Eng Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.

PT Merck Tbk (MERK), emiten produsen farmasi asal Jerman, mencatat laba bersih Rp 107,8 miliar sepanjang 2012, turun 53% dibanding laba bersih 2011 sebesar Rp 231,15 miliar. Penurunan tersebut akibat tertekannya margin perseroan sepanjang 2012.

PT Intiwhiz International, anak usaha pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan laba bersih perusahaan mencapai Rp 100 miliar, melalui tambahan lima hotel yang diperkirakan beroperasi pada tahun ini. Tahun lalu laba bersih perusahaan mencapai Rp 50 miliar, dengan total empat hotel yang beroperasi.

Bad Week for ...

Penurunan laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 86,15% menjadi US$ 13 juta pada 2012 dibanding realisasi 2011 sebesar US$ 91 juta dipengaruhi penurunan keuntungan bersih dari pelepasan entitas anak usaha. Sementara penurunan laba bersih pada kuartal IV sebesar 78% menjadi hanya uS$ 2 juta dibanding kuartal sebelumnya banyak dipengaruhi beban pendanaan serta penurunan nilai aset.

Premier Oil Natuna BV, kontraktor gas di Blok A Natuna Sea, Kepulauan Riau, menargetkan produksi gas pada tahun ini sekitar 20% menjadi 184 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari realisasi produksi gas pada 2012 sebesar221 MMSCFD yang berasal dari dua lapangan gas, yakni dari lapangan Anoa dan lapangan Gajah Baru. Penurunan produksi karena kondisi alamiah lapangan yang memiliki laju penurunan (decline rate) produksi sekitar 15% per tahun.

PT Timah (Persero) Tbk, emiten pertambangan, mencatatkan laba bersih turun 51,43% menjadi Rp 435,68 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 897,10 miliar. Pendapatan perseroan tahun 10,59% mejadi Rp 7,82 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,74 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan perseroan naik Rp 6,49 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,77 triliun.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 13.35  

0 komentar:

Poskan Komentar