“BII Reaktivasi Cabang Mumbai - Suara Pembaruan”

Selasa, 23 April 2013

“BII Reaktivasi Cabang Mumbai - Suara Pembaruan”


BII Reaktivasi Cabang Mumbai - Suara Pembaruan

Posted: 22 Apr 2013 10:12 PM PDT

BII Reaktivasi Cabang Mumbai
Selasa, 23 April 2013 | 12:03

[JAKARTA] PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan mengaktifkan kembali cabang penuh di Mumbai, India pada Juni 2013 nanti. Sebelumnya, BII sudah memiliki cabang di India. Namun, pada tahun 2008 cabang tersebut tidak aktif karena perseroan ingin fokus mengembangkan bisnisnya di Indonesia seiring dengan potensi bisnis yang masih kecil di Mumbai.

"Kami pilih Mumbai karena sekarang banyak perusahaan dari wilayah ini yang buka usaha di Mumbai, mulai dari perdagangan dan bisnis," ujar Presiden Direktur BII Dato' Khairussaleh Ramli usai RUPST dan RUPSLB BII, di kantor pusat BII, Jakarta, Senin (22/4).

Untuk mereaktifkan cabangnya ini, ia mengatakan, perseroan sudah menyuntik modal sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 250 miliar yang berasal dari kas internal. Di mana, angka itu sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh bank sentral India. "Kami sedang menunggu persetujuan bank sentral India," ucapnya.

Pada pembukaan cabang penuh di Mumbai tersebut, BII tinggal menyiapkan beberapa hal. Di antaranya yakni sistem, karyawan, standar prosedur, dan manajemen risiko. Terkait, berapa keuntungan yang bisa diraih dari reaktivasi cabang tersebut, ia menyebutkan  untuk tahun ini masih akan kecil. "Untuk 2013 masih kecil. Nanti dalam tiga tahun akan lebih," kata Ramli.

Selain di Mumbai, BII juga memiliki cabang di Mauritius. Cabang tersebut berfokus pada bisnis investasi. Hanya saja, kontribusinya masih sangat kecil terhadap laba perusahaan. Kontribusi yang kecil saat ini juga disumbang unit usaha syariahnya. Di mana, BII Syariah ditargetkan bisa memberikan kontribusi sebesar 10% pada 2015 nanti dari saat ini 2,5%.

Sebagai caranya, BII akan mengacu pada induknya di Malaysia. Lebih lanjut, untuk menggenjot dana murahnya, BII yang saat ini memiliki 415 cabang, pada 2015 diharapkan bisa meningkat menjadi 500 cabang. Untuk harga satu cabang, perseroan harus menggelontorkan dana sekitar Rp 50-75 miliar. Seperti diketahui, DPK perseroan sepanjang kuartal I 2013 membukukan peningkatan melebihi kredit. DPK pun tumbuh melebihi industri yang hanya 16%. [O-2]


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Thatcher's Tyrants - The Tanks, The Guns, The Christmas Cards.

Diposkan oleh iwan di 13.27  

0 komentar:

Poskan Komentar